Drama VAR dan Kartu Merah Warnai Hasil Imbang Persiba vs PSIS di Laga Krusial Liga 2

BALIKPAPAN – Pertarungan sengit antara dan dalam lanjutan pekan ke-21 berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 di , Balikpapan, pada Minggu (1/3/2026) malam. Laga ini sarat drama, mulai dari keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol hingga kartu merah yang mewarnai jalannya pertandingan.

Hasil imbang ini menunda ambisi Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, untuk segera menjauh dari zona merah degradasi. PSIS saat ini masih tertahan di peringkat kesembilan dengan 16 poin, sementara Persiba Balikpapan, yang berjuluk Beruang Madu, berada satu strip di atasnya di posisi kedelapan dengan 17 poin.

Tensi Tinggi dan Kontroversi VAR

Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung diperagakan oleh kedua tim. Baik Persiba maupun PSIS menunjukkan permainan terbuka dengan misi mengamankan poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen. Namun, pertahanan solid dari kedua belah pihak membuat skor kacamata bertahan hingga jeda.

Drama krusial terjadi pada menit ke-64 ketika Lorensius Sabda dari Persiba Balikpapan berhasil menggetarkan jala gawang PSIS. Namun, kegembiraan publik tuan rumah sirna setelah wasit menganulir gol tersebut melalui tinjauan VAR, memutuskan Sabda berada dalam posisi offside. Keputusan ini sempat memicu protes keras dari ofisial tim Persiba dan menghentikan pertandingan selama beberapa menit.

Kartu Merah dan Kegagalan Manfaatkan Keunggulan

Menjelang akhir laga, PSIS Semarang harus bermain dengan 10 orang setelah bek Ibrahim Sanjaya diusir wasit. Sanjaya menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, memaksa tim tamu bertahan total dari gempuran lawan. Ironisnya, Persiba Balikpapan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain ini untuk mencetak gol kemenangan.

Motivasi dan Harapan Pelatih

Sebelum pertandingan, manajemen PSIS Semarang telah menyiapkan bonus spesial bagi para pemain, pelatih, dan ofisial jika mampu meraih kemenangan di Balikpapan. Hal ini disampaikan oleh Asisten Manajer PSIS, Moch. Reza Handhika, sebagai tambahan motivasi.

Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi, menyatakan kesiapan timnya menghadapi laga krusial ini. “Tentu kita tetap waspadai Persiba karena mereka juga punya motivasi yang sama dengan kami. Apalagi mereka akan bermain di depan suporter fanatiknya,” ujar Andri. Ia juga menambahkan, “Mudah-mudahan kita dapat poin positif lagi seperti laga terakhir,” merujuk pada kemenangan tandang 1-0 atas Deltras FC di pekan sebelumnya yang menjadi modal kepercayaan diri.

Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, menegaskan kesiapan timnya untuk bertempur habis-habisan. “Kami siap memberikan yang terbaik, memberikan keceriaan kepada suporter kita terutama. Saya sangat mengapresiasi para pemain, mereka sangat fokus dan ingin bermain profesional demi kemenangan di kandang,” kata eks bek Persija Jakarta tersebut.

Pasca-pertandingan, Andri Ramawi mengakui bahwa target tiga poin tidak tercapai. “Walaupun targetnya kita coba ambil tiga poin malam ini, tapi kita tetap syukuri,” ucap Andri, seraya meminta para pemain untuk segera bangkit dan fokus pada pertandingan selanjutnya.

Pertandingan ini memang menjadi “partai hidup mati” bagi kedua tim yang sama-sama bertekad menjauh dari bayang-bayang zona degradasi ke Liga Nusantara musim depan. Keamanan laga juga menjadi perhatian khusus dengan pengerahan personel Brimob Batalyon C Pelopor untuk memastikan jalannya pertandingan tetap aman dan tertib.