Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi saksi bisu sebuah drama dalam gelaran Super League 2025/2026. Pertandingan sengit antara Persija Jakarta dan PSM Makassar pada Jumat malam, 20 Februari 2026, yang berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Macan Kemayoran, diwarnai oleh insiden krusial: teknologi Video Assistant Referee (VAR) tidak berfungsi sepanjang laga.
Kondisi VAR yang mati karena alasan teknis ini telah diinformasikan kepada kedua tim dan perangkat pertandingan sebelum sepak mula. Situasi ini sontak memicu kekecewaan, terutama dari kubu PSM Makassar yang merasa dirugikan. Pelatih PSM, Tomas Trucha, secara terang-terangan melayangkan kritik keras. Ia menilai ketidakaktifan VAR sangat memengaruhi jalannya pertandingan dan keputusan yang diambil oleh wasit.
Pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026 ini berjalan ketat sejak awal. Persija Jakarta berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-30 melalui sundulan Alaaeddine Ajaraie, memanfaatkan umpan silang Allano Lima. Gol tersebut menjadi debut manis bagi striker asal Maroko itu bersama Persija. Namun, keunggulan Macan Kemayoran tak bertahan lama. Tujuh menit berselang, Sheriddin Boboev berhasil menyamakan kedudukan untuk PSM Makassar setelah menyambar bola muntah hasil tembakan Rizky Eka Pratama.
Memasuki babak kedua, Persija kembali mengambil inisiatif serangan. Gol penentu kemenangan Persija tercipta pada menit ke-67 (atau 68′) melalui Maxwell Souza. Gol ini berawal dari blunder kiper PSM, Reza Arya Pratama, yang gagal menyapu bola dengan sempurna, sehingga bola jatuh ke kaki Maxwell yang dengan leluasa menanduknya ke gawang kosong. Skor 2-1 untuk Persija bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membawa Persija Jakarta merangsek naik ke peringkat kedua klasemen sementara Super League dengan koleksi 47 poin, menyamai perolehan poin pemuncak klasemen Persib Bandung, meskipun Persib memiliki dua pertandingan lebih sedikit. Sementara itu, PSM Makassar harus puas tertahan di posisi ke-13 dengan 23 poin. Hasil ini memperpanjang tren negatif Juku Eja yang baru meraih satu kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir mereka di Super League 2025/2026.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa timnya diberitahu tentang masalah teknis VAR saat sesi pemanasan. “Tanpa VAR, pertandingan berjalan berbeda,” ujar Trucha, menyoroti dampak signifikan ketiadaan teknologi tersebut terhadap jalannya laga. Ia bahkan merasa timnya pantas membawa pulang setidaknya satu poin dari pertandingan sengit tersebut. Insiden ini menjadi sorotan mengingat VAR telah diterapkan penuh di Liga 1 sejak musim 2024/2025 dan secara umum dinilai berhasil mengurangi kontroversi serta meningkatkan transparansi dan keadilan dalam kompetisi.