Persis Solo berhasil mencatatkan kemenangan dramatis atas Persik Kediri dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan BRI Super League yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (1/3/2026) malam WIB. Kemenangan ini menjadi sangat spesial bagi Laskar Sambernyawa, tidak hanya karena diraih dengan perjuangan sepuluh pemain, tetapi juga karena mengakhiri ‘puasa’ kemenangan di kandang yang telah berlangsung lebih dari 300 hari.
Sejak awal pertandingan, kedua tim menampilkan permainan yang ketat. Persis Solo, yang bertekad memutus tren negatif di kandang, berhasil unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh B. Gomes pada menit ke-23. Gol tersebut memicu semangat para penggawa Laskar Sambernyawa untuk terus menekan pertahanan Macan Putih.
Namun, perjuangan Persis Solo semakin berat setelah salah satu pemain mereka harus keluar lapangan karena kartu merah, membuat tim bermain dengan sepuluh orang. Situasi ini dimanfaatkan oleh Persik Kediri yang terus berupaya menyamakan kedudukan. Upaya mereka membuahkan hasil di menit ke-87 ketika R. Papariga berhasil menjebol gawang Persis Solo, mengubah skor menjadi 1-1.
Di tengah tekanan dan kondisi kekurangan pemain, Persis Solo menunjukkan mentalitas baja. Mereka berhasil mencetak gol penentu kemenangan yang mengubah skor menjadi 2-1, memastikan tiga poin krusial tetap di Manahan. Kemenangan ini disambut euforia oleh para pendukung yang telah lama menantikan tim kesayangannya meraih poin penuh di kandang sendiri.
Akhiri Rekor Buruk dan Harapan Keluar dari Zona Degradasi
Sebelum pertandingan ini, Persis Solo menghadapi periode sulit dengan rekor tanpa kemenangan di kandang yang mencapai 300 hari, terakhir kali meraih kemenangan di Manahan pada April 2025. Hasil imbang 1-1 melawan PSBS Biak pada 21 Februari 2026 lalu semakin memperpanjang catatan minor tersebut, menempatkan Laskar Sambernyawa di dasar klasemen sementara BRI Super League dengan hanya mengumpulkan 13 poin.
Di sisi lain, Persik Kediri datang ke Solo dengan posisi yang lebih baik di peringkat ke-12 dengan 26 poin. Kemenangan atas Persik ini tidak hanya memutus rekor buruk Persis Solo, tetapi juga memberikan suntikan moral yang sangat dibutuhkan dalam upaya mereka untuk bangkit dari zona degradasi. Pelatih dan para pemain kini memiliki momentum positif untuk menatap laga-laga selanjutnya dengan lebih percaya diri.