Berita

Dua Pria Onani di Transjakarta, Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku

Advertisement

Dua pria berinisial HW dan FTR yang melakukan aksi masturbasi di dalam bus Transjakarta rute 1A masih didalami motifnya oleh pihak kepolisian. Polisi berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua pelaku untuk mendalami kasus ini.

Pemeriksaan Kejiwaan dan Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menyatakan bahwa pemeriksaan kejiwaan akan dilakukan bekerja sama dengan psikolog forensik. “Ini masih kami dalami dengan psikolog forensik,” kata Onkoseno kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).

Menurut keterangan Onkoseno, insiden tersebut bermula ketika pelaku FTR meraba alat kelamin pelaku HW hingga akhirnya HW mengeluarkan cairan sperma. Cairan sperma tersebut kemudian mengenai baju salah satu korban.

“Jadi dua pelaku ini sama-sama laki-laki, pelaku satu meraba alat kelamin pelaku dua sampai pelaku dua mengeluarkan sperma. Muncratan tersebut yang mengenai korban,” jelasnya.

Awalnya, korban mengira cairan yang mengenai bajunya adalah tetesan air dari AC bus. Kesadaran korban muncul setelah ada penumpang lain yang memergoki aksi kedua pelaku.

Advertisement

“Korban menyadari ada cairan di baju belakangnya sampai menetes ke kaki dan mengira itu air AC, kemudian ada suara laki-laki sambil mencekik pelaku HW mengatakan ‘kamu coli yah’, dan akhirnya korban tersadar bahwa cairan yang ada di baju belakangnya adalah sperma pelaku. Sehingga kedua pelaku diamankan oleh saksi kondektur Transjakarta,” ungkap Onkoseno.

Status Tersangka dan Ancaman Hukuman

Kedua pelaku, HW dan FTR, telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional tentang perbuatan asusila di muka umum. Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman maksimal satu tahun penjara.

Peristiwa tidak senonoh ini terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 18.20 WIB di kawasan Jalan Tol Pelabuhan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara. Kejadian bermula saat korban dan kedua pelaku menaiki bus Transjakarta yang sama.

Advertisement