Duel Daud dan Goliat: Lecce Siap Redam Inter Milan di Tengah Badai Cedera

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771698944

Pemuncak klasemen , , akan menghadapi tantangan dari tim papan bawah, , dalam laga pekan ke-26 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini akan digelar di kandang Lecce, Stadion Ettore Giardiniero atau yang dikenal juga sebagai Stadio Via del Mare.

Laga ini diprediksi menjadi duel “Daud dan Goliat” mengingat perbedaan posisi kedua tim di tabel klasemen. Inter Milan kokoh di puncak dengan raihan 61 poin, unggul tujuh poin dari rival sekota AC Milan. Sementara itu, Lecce berada di peringkat ke-17 dengan 24 poin, hanya berjarak tiga angka dari zona degradasi.

Inter Milan Dihantam Badai Cedera dan Jadwal Padat

Meski memimpin klasemen dengan performa impresif di liga domestik, Inter Milan datang ke laga ini dengan beberapa masalah. Skuad asuhan baru saja menelan kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt di leg pertama play-off Liga Champions pada tengah pekan. Kekalahan tersebut mengakhiri rentetan enam kemenangan beruntun mereka di semua kompetisi.

Selain itu, Nerazzurri juga dihadapkan pada badai cedera dan skorsing pemain kunci. Gelandang Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu dipastikan absen karena skorsing, sementara Denzel Dumfries masih menepi akibat cedera. Kabar paling mengkhawatirkan datang dari kapten sekaligus striker andalan, Lautaro Martinez, yang diragukan tampil setelah mengalami cedera betis dan diperkirakan absen sekitar satu bulan. Absennya Martinez tentu menjadi pukulan telak mengingat ia adalah top skor tim dengan 14 gol di Serie A musim ini.

Namun, Inter tetap menunjukkan dominasinya di Serie A dengan menjadi tim paling produktif, mencetak 60 gol dan hanya kebobolan 21 kali. Mereka juga mencatatkan enam kemenangan beruntun di liga, termasuk kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus pekan lalu berkat gol penentu Piotr Zielinski di menit ke-90. Federico Dimarco juga menjadi salah satu motor serangan penting Inter, dengan kontribusi 50 gol di Serie A (20 gol dan 30 assist).

Lecce Berusaha Manfaatkan Momentum di Kandang

Di sisi lain, Lecce asuhan Eusebio Di Francesco menunjukkan peningkatan performa menjelang laga ini. Mereka berhasil meraih dua kemenangan beruntun atas Udinese dan Cagliari, sebuah pencapaian pertama mereka musim ini. Kemenangan 2-0 atas Cagliari pekan lalu, dengan gol dari Omri Gandelman dan Ylber Ramadani, membantu mereka sedikit menjauh dari zona degradasi.

Meskipun demikian, produktivitas gol menjadi masalah utama bagi Lecce, yang baru mencetak 17 gol sepanjang musim, menjadikannya tim dengan gol terendah di Serie A. Rekor kandang mereka melawan tim-tim enam besar juga kurang meyakinkan, di mana mereka kalah di empat laga kandang musim ini tanpa mencetak satu gol pun. Pemain seperti Lameck Banda, yang dua golnya musim ini terbukti krusial dalam kemenangan 2-1, akan menjadi harapan bagi Lecce. Sementara itu, Lecce juga memantau kondisi Lassana Coulibaly yang diragukan tampil.

Dominasi Inter dalam Rekor Pertemuan

Secara head-to-head, Inter Milan memiliki rekor yang sangat superior atas Lecce. Dalam 10 pertemuan terakhir sejak 2012, Inter berhasil memenangkan delapan laga, sekali imbang, dan hanya menelan satu kekalahan. Bahkan, empat pertemuan terakhir selalu dimenangkan oleh Inter tanpa kebobolan, dengan skor telak seperti 4-0 dan 2-0 menjadi pola dominan. Pertemuan pertama kedua tim musim ini juga berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Inter.

Inter Milan juga memiliki catatan tandang yang impresif, memenangkan delapan pertandingan tandang terakhir di liga, enam di antaranya dengan catatan tanpa kebobolan. Mereka juga sering unggul cepat, memimpin 1-0 dalam 15 menit pertama di sembilan pertandingan musim ini. Dengan kualitas skuad yang lebih dalam dan konsistensi di liga, Inter Milan tetap diunggulkan untuk meraih tiga poin penuh di Stadio Via del Mare, meskipun harus menghadapi tantangan dari Lecce yang termotivasi dan badai cedera yang melanda.