Pacuan gelar juara Premier League musim 2025/2026 semakin memanas, dengan Arsenal dan Manchester City terlibat dalam perebutan sengit di puncak klasemen. Sorotan tidak hanya tertuju pada lini serang dan taktik pelatih, tetapi juga pada performa krusial dua penjaga gawang andalan, David Raya dari Arsenal dan Gianluigi Donnarumma yang kini membela Manchester City. Keduanya menjadi benteng terakhir yang bisa menentukan nasib tim masing-masing dalam perburuan trofi.
Per 2 Maret 2026, Arsenal memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas Manchester City, dengan kedua tim telah memainkan jumlah pertandingan yang sama. Situasi ini membuat setiap laga sisa menjadi sangat vital, terutama pertemuan langsung antara kedua raksasa tersebut yang dijadwalkan pada pekan ke-33 di pertengahan April.
Performa David Raya di Bawah Mistar Arsenal
David Raya telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kiper terbaik di liga, bahkan berhasil meraih penghargaan Sarung Tangan Emas Premier League dua musim berturut-turut (2023/24 dan 2024/25). Kiper asal Spanyol ini resmi dipermanenkan Arsenal pada musim panas 2024 setelah masa pinjamannya dari Brentford. Musim ini, Raya memimpin daftar kiper dengan catatan 13 clean sheet di Premier League. Ia telah tampil dalam 35 pertandingan, hanya kebobolan 23 gol, dengan rata-rata 0,66 gol per pertandingan.
Namun, performanya tidak selalu tanpa cela. Pada 18 Februari 2026, Raya terlibat dalam miskomunikasi yang berujung pada gol penyeimbang di menit-menit akhir saat Arsenal ditahan imbang Wolverhampton Wanderers 2-2. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyoroti insiden tersebut dengan menyatakan, “Kami harus belajar dari ini.” Meski demikian, Raya dipuji karena kemampuan menahan tembakan yang luar biasa dan kemampuannya menguasai area penalti, serta distribusi bola yang sering memulai serangan balik cepat.
Gianluigi Donnarumma, Benteng Baru Manchester City
Di sisi lain, Manchester City membuat gebrakan besar di bursa transfer dengan mendatangkan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain pada September 2025, dengan biaya sekitar £26 juta. Kedatangan kiper tim nasional Italia ini dimaksudkan untuk menggantikan Ederson yang hijrah ke Fenerbahçe. Donnarumma, yang secara luas dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia, langsung menjadi pilihan utama Pep Guardiola.
Sejak bergabung, Donnarumma telah mencatatkan 11 clean sheet dalam 25 penampilan Premier League, dengan total 14 clean sheet dari 32 pertandingan di semua kompetisi. Ia kebobolan 21 gol di Premier League dan 7 gol di Liga Champions dari 7 penampilan. Statistik menunjukkan persentase penyelamatan Donnarumma mencapai 74,1%. Kontraknya dengan The Citizens akan berlangsung hingga 30 Juni 2030.
Implikasi dalam Perburuan Gelar
Arsenal berambisi mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun, setelah dua musim sebelumnya (2023 dan 2024) harus mengakui keunggulan Manchester City. Musim ini, The Gunners juga diuntungkan dengan jadwal pertandingan tandang yang lebih terpusat di wilayah selatan Inggris, dibandingkan dengan jadwal tandang City yang lebih jauh dan berpotensi menguras fisik pemain.
Pertarungan antara David Raya dan Gianluigi Donnarumma bukan hanya sekadar adu statistik individu, melainkan cerminan dari kekuatan pertahanan kedua tim. Konsistensi dan kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan di sisa musim akan menjadi faktor penentu siapa yang akan mengangkat trofi Premier League pada akhirnya.