Pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026 akan menyajikan duel krusial antara Persiba Balikpapan dan PSIS Semarang pada Minggu malam, 1 Maret 2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, ini menjadi penentu penting bagi kedua tim yang tengah berjuang keras menghindari ancaman degradasi ke kasta Liga 3.
Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, yang kini dikenal sebagai Pegadaian Championship (sebelumnya Liga 2), telah memasuki fase genting. Musim 2025/2026, yang dimulai sejak 12 September 2025 dan akan berakhir pada Mei 2026, kini mencapai pekan ke-21 yang sekaligus menjadi penutup sebelum jeda kompetisi selama empat pekan. Seluruh pertandingan pada pekan ini, termasuk laga Persiba kontra PSIS, digelar pada malam hari pukul 20.30 WIB atau 21.30 WITA, menyesuaikan dengan momen Ramadan.
Perjuangan PSIS Semarang dan Persiba Balikpapan di Championship
PSIS Semarang, yang pada musim 2024/2025 terdegradasi dari Liga 1 (kini Super League), kini harus berjuang keras di Pegadaian Championship. Sementara itu, Persiba Balikpapan berhasil kembali ke kasta kedua setelah sempat absen satu musim, menunjukkan semangat kebangkitan. Namun, kedua tim kini sama-sama terperosok di papan bawah Grup 2 klasemen sementara.
Hingga pekan ke-20, Persiba Balikpapan menempati posisi ke-8 dengan raihan 16 poin, sedangkan PSIS Semarang berada satu strip di bawahnya, di posisi ke-9, dengan selisih satu poin, yakni 15 poin. Situasi ini membuat setiap poin menjadi sangat berharga, terutama bagi PSIS yang disebut harus “ngamuk” di tujuh laga sisa demi menghindari lubang jarum degradasi ke Liga 3.
Tensi Tinggi dan Harapan Tim
Menjelang laga krusial ini, atmosfer di kubu PSIS Semarang sangat terasa. Latihan tim di Lapangan POJ Semarang pada Rabu sore, 25 Februari 2026, diwarnai tensi tinggi, bahkan terjadi adu argumen antar pemain seperti Aldair Simanca dengan Rafinha, serta Fahmi Al Ayyubi dengan Esteban Vizcarra, yang harus ditenangkan oleh Alberto Goncalves. Penyerang asing PSIS, Rafael Rodrigues atau Rafinha, menyatakan keyakinan tingginya untuk membawa tim lolos dari zona degradasi.
Di sisi Persiba Balikpapan, Lorensius Amanat Sabda, atau yang akrab disapa Sabda, menjadi salah satu sosok kunci. Pemain sayap berjuluk “Beruang Madu” ini telah banyak berkontribusi, termasuk dalam promosi Persiba kembali ke Liga 2. Sabda, yang baru-baru ini menjadi Man of The Match saat Persiba bermain imbang melawan Persipal Palu, menegaskan, “Ini kekuatan Tuhan yang membuat saya terus termotivasi dan bermain lebih baik.” Meskipun demikian, ia mengakui tim tidak sepenuhnya puas dengan hasil imbang tersebut dan berharap tim lebih solid di laga mendatang.
Secara head-to-head di musim ini, Persiba Balikpapan sedikit unggul dengan dua kemenangan dalam empat pertemuan terakhir melawan PSIS Semarang. Namun, dengan kondisi kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin penuh, laga ini diprediksi akan berjalan sengit dan penuh drama.
Persiku Kudus dan Dinamika Grup 2
Selain duel Persiba kontra PSIS, dinamika Grup 2 Pegadaian Championship juga diramaikan oleh tim-tim lain, termasuk Persiku Kudus. Tim berjuluk “Macan Muria” ini juga berada di Grup 2 dan sempat menjadi topik hangat. Pada Jumat, 27 Februari 2026, Persiku Kudus dijadwalkan menghadapi Persipal FC di Stadion Sriwedari, Solo, sebagai bagian dari rangkaian pekan ke-21. Persiku saat ini menempati posisi ke-7 di Grup 2 dengan 19 poin.
Pertandingan Persiba Balikpapan melawan PSIS Semarang pada Minggu malam, 1 Maret 2026, bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan harga diri dan asa untuk bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia.