Duel Sengit Marquez vs Razgatlioglu Panaskan Tes Pramusim MotoGP Buriram 2026

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771642053

Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, menjadi saksi bisu memanasnya persaingan jelang musim . Pada Sabtu, 21 Februari 2026, kembali menunjukkan taringnya dalam sesi tes pramusim terakhir, bahkan terlibat duel sengit dengan pendatang baru yang agresif, . Tes dua hari ini, yang berlangsung hingga Minggu, 22 Februari, menjadi kesempatan terakhir bagi para pembalap untuk menyempurnakan motor mereka sebelum Grand Prix Thailand yang akan membuka musim pada 1 Maret mendatang.

Marquez Bangkit Pasca-Cedera, Dominasi Hari Pertama Sepang

Sebelum tiba di Buriram, Marc Marquez telah menjalani tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada 3-5 Februari 2026. Pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo ini, yang merupakan juara dunia MotoGP 2025, sempat absen di empat balapan terakhir musim lalu akibat cedera tulang selangka dan ligamen parah setelah kecelakaan di Grand Prix Indonesia pada Oktober 2025.

Meski baru pulih dari cedera, Marquez langsung mencuri perhatian dengan memuncaki daftar waktu di hari pertama tes Sepang dengan catatan 1 menit 57.018 detik. “Saya puas. Saya menghadapi tes sesuai dengan perasaan saya. Tiga hari pengujian ini memungkinkan saya membuat langkah maju yang besar menjelang Grand Prix pertama di Thailand,” ujar Marquez, yang kini berusia 33 tahun.

Secara keseluruhan, Marquez menempati posisi keempat dalam kombinasi waktu terbaik di Sepang dengan 1 menit 56.789 detik. Sementara itu, adiknya, Alex Marquez dari tim Gresini Ducati, berhasil menjadi yang tercepat di tes Sepang dengan waktu 1 menit 56.402 detik.

Strategi Hati-hati dan Ambisi Gelar ke-10

Kembalinya Marquez ke lintasan pasca-cedera membuatnya menerapkan pendekatan yang lebih hati-hati. Ia memilih untuk melakukan ‘short run’ atau putaran pendek, hanya 2-3 lap, guna menghindari kelelahan ekstra. “Saya mencoba menjaga kondisi fisik saya karena jika saya merasa baik, kecepatan itu ada,” jelas Marquez, yang menargetkan untuk tampil di pembuka musim 2026 di Thailand bulan depan.

Pembalap berjuluk ‘The Ant’ ini juga mengakui bahwa ada beberapa pembalap lain yang lebih cepat darinya di Sepang, namun ia tetap optimistis. “Ada tiga atau empat pembalap yang lebih cepat dari saya—bukan karena saya menghemat, tetapi karena mereka memang lebih cepat,” katanya. Marquez juga merasa motor Ducati GP26 “lebih mudah dikendarai” dan mengalami peningkatan pada bagian pengereman saat masuk tikungan.

Meski demikian, Marquez tidak menyembunyikan tantangan fisiknya. “Saya bisa membalap dengan sangat baik pada level normal selama satu hari, tetapi pada hari kedua saya sangat menurun,” ungkapnya. Namun, ambisinya untuk meraih gelar juara dunia kesepuluh tetap membara. “Kita harus berjuang untuk gelar sekali lagi,” tegas Marquez. “Untuk hasil ini saya bekerja keras musim dingin ini, mencoba menjadi lebih baik, mencoba pulih dengan baik dan ya, kami sedang dalam proses. Ya, targetnya adalah memperebutkan kejuaraan dunia.”

Rivalitas Panas di Buriram: Marquez vs Razgatlioglu

Di tengah upaya pemulihan dan adaptasi, Marc Marquez kini dihadapkan pada persaingan sengit di Buriram, terutama dengan kehadiran Toprak Razgatlioglu. Pembalap asal Turki yang kini membela Prima Pramac Racing (Yamaha) itu disebut-sebut sebagai “mimpi buruk” Marquez.

Laporan dari menyebutkan adanya “rivalitas intens” dan “perang habis-habisan” antara Marquez dan Razgatlioglu. Keduanya terlibat dalam serangkaian aksi salip-menyalip yang sangat berbahaya selama simulasi long run, bahkan nyaris bersenggolan di tikungan terakhir. Kondisi Buriram yang lembap dan menuntut fisik menjadi ujian berat bagi mesin prototipe 2026, memaksa pembalap mengeluarkan setiap tetes keringat.

Tim Ducati Lenovo, tempat Marquez bernaung bersama Francesco Bagnaia, juga tengah sibuk memfinalisasi paket aerodinamika 2026. Marquez sendiri menggunakan trik visualisasi, membayangkan bagian-bagian sirkuit Sepang sebagai tikungan di Qatar atau Jerez, untuk membantu pengujian aerodinamika. Dengan Marco Rigamonti sebagai kepala kru yang terus mendampinginya, Marquez berharap bisa menemukan setelan terbaik untuk menghadapi musim yang akan datang.

Tes Buriram ini menjadi penentu kesiapan Marc Marquez dan seluruh pembalap MotoGP lainnya sebelum tirai musim 2026 dibuka. Dengan performa yang menjanjikan dan rivalitas yang mulai memanas, musim ini diprediksi akan menyajikan tontonan yang luar biasa.