Eko Purdjianto: “Ini Catatan untuk Komisi Wasit,” Usai PSMS Dikalahkan Bekasi City

Pelatih , , tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai timnya takluk 2-1 dari dalam lanjutan Indonesia musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Sabtu (28/2/2026) malam WIB tersebut diwarnai drama kartu merah dan sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial, memicu sorotan tajam dari juru taktik berjuluk Ayam Kinantan itu.

Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan Utama

Kekalahan ini terasa pahit bagi PSMS Medan, terutama karena Eko Purdjianto merasa ada faktor eksternal yang memengaruhi jalannya laga. Ia secara terang-terangan menyoroti kepemimpinan wasit yang dianggapnya membuyarkan konsentrasi para pemain. “Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif untuk agresif dan pemain kita lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun. Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan membuat report ke komisi wasit,” tegas Eko Purdjianto usai pertandingan.

Kritik Eko Purdjianto tidak berhenti di situ. Ia juga mempertanyakan ketimpangan dalam pemberian kartu. “Kita sangat kecewa. Kita main bagus tapi nggak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Kenapa kartu kuning begitu mudah diberikan untuk PSMS, ini jadi catatan untuk komisi wasit,” tambahnya, mengisyaratkan adanya ketidakadilan yang dirasakan timnya.

Jalannya Laga Penuh Drama dan Kartu Merah

Pertandingan pekan ke-21 Liga 2 ini memang berlangsung panas sejak awal. PSMS Medan sebenarnya tampil dominan di babak pertama, menciptakan banyak peluang melalui Felipe Cadenazzi, Erwin Gutawa, dan Clayton da Silva. Namun, penampilan gemilang kiper Bekasi City, Ikram Algiffari, berhasil menjaga gawangnya tetap perawan hingga turun minum.

Petaka bagi PSMS datang di babak kedua. Setelah kebobolan gol cepat dari R. Ramadhan pada menit ke-46, mental pemain PSMS sempat goyah. Situasi semakin rumit ketika Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua dan harus diusir keluar lapangan, membuat PSMS bermain dengan 10 orang. Bermain pincang, konsentrasi Ayam Kinantan terpecah, dan Bekasi City berhasil menggandakan keunggulan melalui gol kedua R. Ramadhan.

PSMS sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat eksekusi penalti Felipe Cadenazzi pada menit ke-80, namun skor tersebut tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Dampak dan Harapan PSMS Medan

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSMS Medan yang berambisi meraih poin untuk memperbaiki posisi di klasemen Liga 2. Sebelumnya, PSMS juga menelan kekalahan 0-2 dari Persekat Tegal. Pemain PSMS, Nazar Nurzaidin, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit. “Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan referee. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” ujarnya.

Meski peluang promosi semakin tipis, Eko Purdjianto menegaskan timnya akan tetap berjuang hingga akhir kompetisi. “Untuk peluang PSMS, secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tapi kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang lebih baik,” pungkasnya.