Ekonomi AS Hanya Tumbuh 1,4% di Q4 2025, Terhantam Efek Penutupan Pemerintahan

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

ekonomi amerika serikat, pertumbuhan pdb, penutupan pemerintahan as, biro analisis ekonomi, ekonomi

Pertumbuhan (AS) melambat drastis pada akhir tahun lalu, hanya mencatatkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 1,4% secara tahunan pada kuartal keempat (Oktober, November, Desember) 2025. Angka ini jauh di bawah proyeksi pasar dan merupakan penurunan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.

(BEA) AS, dalam estimasi awal yang dirilis pada 20 Februari 2026, mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan tersebut jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memproyeksikan kenaikan sekitar 1,9% hingga 3,0%. Perlambatan ini kontras dengan pertumbuhan kuat sebesar 4,4% yang tercatat pada kuartal ketiga 2025.

Dampak Penutupan Pemerintahan Terpanjang dalam Sejarah

Penyebab utama di balik perlambatan ekonomi ini adalah penutupan sebagian pemerintahan federal AS yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 12 November 2025. Dengan durasi 42 hingga 43 hari, penutupan ini menjadi yang terlama dalam sejarah AS.

BEA memperkirakan bahwa pengurangan layanan tenaga kerja oleh pegawai federal akibat penutupan ini mengurangi sekitar 1,0 poin persentase dari riil pada kuartal keempat. Senada, Kantor Anggaran Kongres (CBO) sebelumnya memproyeksikan bahwa penutupan tersebut dapat memangkas pertumbuhan PDB riil tahunan di kuartal tersebut antara 1,0 hingga 2,0 poin persentase.

Penutupan pemerintahan terjadi setelah Kongres AS gagal menyepakati undang-undang alokasi anggaran untuk tahun fiskal 2026. Partai Demokrat di Senat menentang rancangan undang-undang yang diajukan Partai Republik karena tidak menyertakan perpanjangan subsidi Affordable Care Act yang diperluas. Akibatnya, sekitar 900.000 pegawai federal dirumahkan, dan dua juta lainnya harus bekerja tanpa gaji.

Situasi ini berakhir pada 12 November 2025, ketika Presiden Donald Trump menandatangani Undang-Undang Alokasi Berkelanjutan, Pertanian, Cabang Legislatif, Konstruksi Militer dan Urusan Veteran, serta Perpanjangan Tahun 2026, yang mengalokasikan dana pemerintah hingga 30 Januari 2026.

Komponen PDB dan Prospek ke Depan

Peningkatan PDB pada kuartal keempat didorong oleh kenaikan belanja konsumen dan investasi, namun sebagian diimbangi oleh penurunan belanja pemerintah dan ekspor. Impor juga tercatat menurun. Belanja konsumen melambat menjadi 2,4% dari 3,5% di kuartal ketiga, dengan penurunan pembelian barang namun kenaikan belanja jasa. Sementara itu, belanja pemerintah dan investasi berkontraksi tajam sebesar 5,1%, mengurangi 0,9 poin persentase dari pertumbuhan keseluruhan.

Secara keseluruhan untuk tahun 2025, ekonomi AS tumbuh sebesar 2,2%, sedikit menurun dari pertumbuhan 2,8% pada tahun 2024. Di sisi inflasi, indeks harga pembelian domestik bruto naik 3,7% di kuartal keempat, dibandingkan 3,4% di kuartal ketiga. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) meningkat 2,9%, sedikit lebih tinggi dari 2,8% di kuartal sebelumnya.

Meskipun terjadi perlambatan, beberapa ekonom memperkirakan efek negatif dari penutupan pemerintahan ini akan berbalik pada kuartal pertama 2026. Federal Reserve juga memproyeksikan pertumbuhan PDB akan satu poin persentase lebih rendah di kuartal keempat 2025 dan satu poin persentase lebih tinggi di kuartal pertama 2026.