Makau, sebuah wilayah administratif khusus yang dikenal sebagai pusat perjudian global, diperkirakan akan mencatat pertumbuhan ekonomi yang moderat pada tahun 2026. Proyeksi ini didukung oleh pemulihan sektor pariwisata dan industri gaming, meskipun diiringi dengan upaya serius pemerintah untuk diversifikasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut analisis Edward Chen, profesor dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Hong Kong, ekonomi Makau diproyeksikan tumbuh antara 2,5% hingga 3,5% pada tahun 2026. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh kemajuan teknologi, kebangkitan pariwisata, dan integrasi ekonomi regional. Senada, Asosiasi Ekonomi Makau (MEA) memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) riil akan tumbuh 2% hingga 5%, mencapai sekitar MOP435 miliar (sekitar US$54,4 miliar). Angka ini menunjukkan PDB Makau pada 2026 diperkirakan pulih hingga 93% dari level pra-pandemi 2019.
Sektor Gaming Menuju Fase Kematangan
Industri gaming, tulang punggung ekonomi Makau, menunjukkan tanda-tanda moderasi pertumbuhan setelah pemulihan pasca-pandemi yang kuat. Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan PDB Makau akan melambat menjadi 4,0% pada 2026, dari 4,7% pada 2025, dengan pendapatan kotor dari gaming (GGR) mencapai sekitar 89% dari level 2019, atau sekitar MOP260 miliar (US$32,29 miliar). Pada Januari 2026, GGR tercatat MOP22,6 miliar, meningkat 24,0% secara tahunan.
Pergeseran signifikan terjadi dalam model bisnis junket (promotor gaming). Sebanyak 29 promotor gaming telah disetujui untuk beroperasi pada 2026, meningkat 21% dari 24 operator pada 2025, namun jauh di bawah puncak 235 junket pada 2014. Model ini kini beralih dari bagi hasil menjadi komisi tetap 1,25% dari omzet rolling-chip, dengan larangan bagi junket untuk menerbitkan kredit kasino atau mengelola ruang VIP secara independen. Pendapatan VIP baccarat pada 2025 menyumbang 27,48% dari total GGR, turun dari 46,24% pada 2019. JP Morgan memprediksi GGR dari segmen massal dan slot akan tumbuh 7-8% pada 2026, sementara segmen VIP diperkirakan menurun sekitar 5%.
Konsolidasi industri juga terlihat dengan penutupan Landmark Casino pada awal 2026, yang mengakhiri sistem kasino satelit. Jumlah kasino kini berkurang dari lebih dari 40 menjadi 20, semuanya terafiliasi dengan enam pemegang konsesi berlisensi. Sands China dan Galaxy Entertainment Group diproyeksikan akan meningkatkan pangsa pasar, sementara MGM China dan Wynn Macau mempertahankan posisi stabil. SJM Holdings diperkirakan akan terus kehilangan pangsa pasar.
Pariwisata Memimpin Pemulihan
Sektor pariwisata menjadi motor utama pemulihan ekonomi Makau. Jumlah kedatangan pengunjung mencapai rekor 40,07 juta pada 2025, meningkat 14,7% secara tahunan dan melampaui level pra-pandemi 2019. Pengunjung harian menjadi penyumbang pertumbuhan utama, naik 25,6%, sementara pengunjung menginap hanya naik 3,1%. Tingkat hunian hotel dan harga kamar rata-rata tetap tinggi, bahkan “terlalu panas”, terutama selama periode puncak perjalanan.
Untuk lebih mendongkrak pariwisata dan pertukaran budaya, Makau akan menggelar Parade Internasional 2026 pada 29 Maret. Acara ini akan menampilkan 1.600 penampil dari lebih dari 60 tim lokal dan luar negeri, dengan tema “Jalur Sutra Maritim sebagai Jembatan Pertukaran Budaya”. Kantor Pariwisata Pemerintah Makau (MGTO) juga gencar mempromosikan Makau di Eropa, memanfaatkan kebijakan bebas visa 30 hari Tiongkok untuk wisatawan Inggris. Selain itu, atraksi air di Grand Resort Deck Galaxy Macau kembali dibuka pada April 2026 untuk musim panas.
Rencana Lima Tahun Ketiga dan Kesejahteraan Warga
Pemerintah Makau di bawah kepemimpinan Kepala Eksekutif Sam Hou Fai menjadikan penyusunan dan implementasi Rencana Lima Tahun Ketiga (2026-2030) sebagai prioritas utama. Rencana ini bertujuan untuk menyelaraskan pembangunan Makau dengan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok dan mendorong diversifikasi ekonomi lokal. Fokus utamanya adalah penguatan kerja sama ekonomi, teknologi, dan budaya dengan Tiongkok daratan, peningkatan interkonektivitas pasar keuangan, serta pendalaman inovasi kolaboratif.
Dalam Pidato Kebijakan 2026, Sam Hou Fai juga mengumumkan peningkatan signifikan dalam empat jenis tunjangan jaminan sosial bagi penduduk lokal yang memenuhi syarat, yaitu tunjangan pengangguran, sakit, pernikahan, dan pemakaman, dengan kenaikan berkisar antara 33,8% hingga 81,2%. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan mekanisme mata pencarian dan memberikan manfaat nyata kepada publik.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meskipun prospek pertumbuhan positif, Makau masih menghadapi sejumlah tantangan. Fragmentasi geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, dan degradasi lingkungan menjadi faktor-faktor yang terus memengaruhi kinerja ekonomi. Usaha kecil dan menengah (UKM) masih menghadapi tekanan operasional di tengah ketidakpastian eksternal, perubahan pola konsumsi, dan pertumbuhan pendapatan penduduk yang lesu. Selain itu, keterbatasan modal manusia dan ketidaksesuaian keterampilan membatasi kemampuan Makau untuk membangun keunggulan kompetitif di sektor non-gaming yang baru berkembang.
Pemerintah berencana meninjau dan meningkatkan sistem persetujuan bagi pekerja non-residen serta memperkuat penegakan hukum terhadap praktik pekerjaan ilegal, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memprioritaskan lapangan kerja bagi penduduk lokal. Dengan strategi diversifikasi yang terencana dan fokus pada kesejahteraan warga, Makau berupaya membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh di tengah dinamika global.