Ekspor dan Impor Indonesia Melonjak Awal 2026, Surplus Perdagangan Tetap Solid

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

neraca perdagangan indonesia, ekspor impor, bloomberg, badan pusat statistik, ekonomi indonesia

Kinerja perdagangan internasional Indonesia menunjukkan awal tahun 2026 yang menjanjikan, dengan proyeksi pertumbuhan ekspor dan impor yang melonjak signifikan. Konsensus memperkirakan ekspor Indonesia tumbuh sebesar 11,9% secara tahunan (year-on-year) pada Januari 2026. Angka ini jauh melampaui realisasi pertumbuhan ekspor pada Desember 2025 yang hanya mencapai 0,36% secara tahunan.

Di sisi lain, impor Indonesia juga diproyeksikan mengalami lonjakan drastis, mencapai 20% secara tahunan pada Januari 2026. Pertumbuhan impor ini hampir dua kali lipat laju ekspor, setelah sebelumnya terkontraksi 2,7% pada Desember 2025.

Meskipun impor tumbuh lebih cepat, tetap mencatatkan surplus. Jajak pendapat Reuters yang melibatkan 12 ekonom memproyeksikan surplus perdagangan Januari 2026 mencapai USD 2,76 miliar, meningkat dari USD 2,52 miliar pada Desember 2025. Sementara itu, data yang dilaporkan Trading Economics menunjukkan surplus perdagangan Indonesia pada Januari 2026 berada di angka USD 2,52 miliar.

Penguatan aktivitas perdagangan di awal tahun ini mengindikasikan adanya rebound yang tajam. Lonjakan impor, khususnya, seringkali menjadi cerminan dari denyut produksi dalam negeri. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan kapasitas industri yang mendorong kebutuhan akan bahan baku dan barang modal.

Indikator ekonomi lain turut mendukung optimisme ini. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat naik ke level 52,6 pada Januari 2026, didorong oleh kenaikan permintaan domestik dan output produksi. Selain itu, inflasi tahunan Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% (year-on-year), meskipun secara bulanan perekonomian nasional justru mengalami deflasi 0,15% (month-to-month), menunjukkan tekanan harga yang terkendali.

Secara kumulatif, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 juga sangat positif. Neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar USD 41,05 miliar, meningkat signifikan dari surplus USD 31,33 miliar pada tahun 2024. Surplus ini melanjutkan tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimisme terhadap kinerja perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2026, meskipun dinamika global masih penuh tantangan. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekspor pada tahun ini berada di kisaran 5,3% hingga 6,9%. Bank Indonesia (BI) juga memproyeksikan pertumbuhan untuk tahun 2026 berada dalam rentang 4,9% hingga 5,7%.

Untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi, Bank Indonesia meyakini bahwa hilirisasi industri dan diversifikasi ekspor akan menjadi kunci utama dalam menjaga neraca transaksi berjalan tetap sehat. Meskipun demikian, beberapa ekonom memperkirakan surplus neraca dagang pada 2026 akan cenderung menyempit akibat laju impor yang melampaui ekspor, seiring dengan kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan dan meningkatkan kebutuhan barang modal serta bahan baku.