El Niño Diprediksi Kembali Menguat Akhir 2026, Austin dan Texas Berharap Hujan Lebat

Setelah beberapa tahun dilanda kekeringan parah, warga , khususnya di wilayah dan San Antonio, kini menaruh harapan pada kembalinya fenomena iklim El Niño. Pola cuaca global ini diprediksi akan menguat pada paruh kedua tahun 2026, berpotensi membawa yang lebih tinggi dan suhu yang lebih sejuk ke negara bagian tersebut.

Menurut perkiraan terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan U.S. Climate Prediction Center (CPC), kondisi netral El Niño-Southern Oscillation (ENSO) diperkirakan akan berlangsung hingga musim semi dan awal musim panas 2026. Namun, kemungkinan El Niño muncul antara Juni dan Agustus 2026 mencapai 62 persen, dan probabilitas ini meningkat hingga lebih dari 60 persen pada September dan Oktober 2026.

Daniel Swain, seorang ilmuwan iklim dari University of California Agriculture and Natural Resources, menyatakan bahwa meskipun bukti masih awal, peristiwa ini bisa menjadi sangat signifikan pada tahun 2026 dan berlanjut hingga 2027. Bahkan, CPC menyebut ada kemungkinan satu dari tiga El Niño yang kuat akan berkembang.

Dampak El Niño pada Texas: Hujan dan Suhu Lebih Dingin

Secara historis, El Niño identik dengan cuaca yang lebih basah dan lebih dingin dari rata-rata di Texas. Fenomena ini mengarahkan aliran jet Pasifik melintasi Amerika Serikat bagian selatan, termasuk Texas, sehingga meningkatkan curah hujan.

Data menunjukkan, selama musim dingin El Niño (Desember hingga Februari), Austin rata-rata menerima 7,82 inci hujan, meningkat 38 persen dibandingkan musim dingin non-El Niño. Suhu rata-rata di Austin juga cenderung 1,3 derajat Fahrenheit lebih dingin. Pola serupa terlihat di San Antonio, dengan peningkatan curah hujan sebesar 58 persen (rata-rata 6,68 inci) dan suhu 1,4 derajat Fahrenheit lebih dingin. Sementara itu, Houston mencatat rata-rata 11,33 inci hujan (peningkatan 17 persen) dan suhu 1,7 derajat Fahrenheit lebih dingin.

Brad Rippey, seorang meteorolog dari Departemen Pertanian AS (USDA), menegaskan, “El Niño biasanya membawa cuaca yang lebih dingin dan lebih basah dari rata-rata ke Texas, sementara La Niña membawa cuaca yang lebih hangat dan lebih kering.”

Kekeringan Parah Akibat La Niña Berkepanjangan

Kembalinya El Niño menjadi kabar baik, mengingat Texas telah mengalami kekeringan yang berkepanjangan. Wilayah Central Texas, termasuk Austin dan San Antonio, telah berada dalam kondisi kekeringan signifikan selama beberapa tahun. Kabupaten Bexar, tempat San Antonio berada, dilanda kekeringan sejak Januari 2022, dan San Antonio sendiri belum mencatat curah hujan di atas rata-rata secara signifikan sejak 2018.

Musim dingin 2025-2026 tercatat sebagai salah satu yang terkering dalam 20 tahun terakhir bagi wilayah Austin. Sejak 1 Desember 2025, kota ini hanya menerima 0,35 inci hujan, jauh di bawah rata-rata normal 7,25 inci untuk periode yang sama. Kondisi ini menyebabkan kekeringan di Central Texas memburuk dari tingkat parah menjadi ekstrem.

Periode kering ini sebagian besar disebabkan oleh pola La Niña yang persisten, yang secara tipikal membawa kondisi lebih hangat dan kering ke Texas. Bahkan, fenomena La Niña “triple-dip” yang berlangsung dari pertengahan 2020 hingga awal 2023 telah menyebabkan kondisi kering yang berkepanjangan dan berdampak besar pada pertanian di negara bagian tersebut.

Implikasi Global dan Harapan di Masa Depan

Selain dampak regional, El Niño yang kuat juga dapat memengaruhi suhu global. Zeke Hausfather, ilmuwan peneliti di Berkeley Earth, memperingatkan bahwa jika El Niño yang kuat berkembang, suhu pada tahun 2026 akan sedikit meningkat, tetapi dampaknya akan sangat besar pada suhu tahun 2027, menempatkan tahun tersebut pada jalur untuk kemungkinan menjadi tahun terpanas dalam sejarah setelah 2024.

Bagi Texas, prospek musim gugur dan musim dingin yang lebih dingin dan basah sangat dinantikan setelah bertahun-tahun kekeringan. Pergeseran ini diharapkan dapat membantu mengisi kembali danau, sungai, dan akuifer yang menipis, serta mengurangi risiko kebakaran hutan yang terus-menerus mengancam.