Mantan gelandang Arsenal dan tim nasional Prancis, Emmanuel Petit, kembali melontarkan pandangan kritisnya terhadap Real Madrid. Setelah sebelumnya pernah secara kontroversial menyatakan bahwa Los Blancos hanya akan finis di posisi kedelapan jika berkompetisi di Premier League, kini Petit menyoroti berbagai masalah internal yang menurutnya menghambat performa raksasa Spanyol tersebut.
Dalam beberapa kesempatan, Petit secara spesifik menyoroti kekosongan di lini tengah Real Madrid pasca-kepergian Toni Kroos. Menurutnya, absennya Kroos telah membuat tim berjuang untuk menemukan identitas dan keseimbangan mereka. “Masalah utama Real Madrid bukanlah Mbappe – itu ada di lini tengah. Toni Kroos tidak ada di sana, dan Luka Modric bukan lagi pemain yang sama seperti dulu,” ujar Petit pada Oktober 2024. Ia menambahkan, “Bagi saya, Kroos adalah pemain utama, dan dia sangat dirindukan sampai-sampai rasanya bukan tim yang sama lagi.”
Petit juga mengungkapkan keraguannya terhadap kemampuan Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni untuk sepenuhnya mengisi peran vital yang ditinggalkan Kroos dan Modric. “Dia memiliki kualitas, tetapi Anda tidak bisa meminta Camavinga melakukan apa yang Kroos atau Modric lakukan – itu tidak mungkin,” tegasnya. Ia bahkan menyarankan Tchouameni lebih cocok bermain sebagai bek tengah.
Selain lini tengah, adaptasi Kylian Mbappe di Real Madrid juga tak luput dari perhatian Petit. Pada Desember 2024, ia menggambarkan Mbappe sebagai sosok yang “kesepian” di klub barunya, menyoroti kurangnya teman dan penurunan performa di lapangan. “Saya pikir Kylian Mbappe sangat kesepian di Real Madrid. Saya melihat Jude Bellingham mengabaikannya, dan sepertinya dia tidak memiliki bantuan atau teman di klub,” kata Petit. Sebelumnya, pada Februari dan Juni 2024, Petit sempat memperingatkan bahwa kedatangan Mbappe bisa menjadi “masalah” bagi Real Madrid, tidak hanya dari segi gaji tetapi juga kepemimpinan di ruang ganti yang sudah diisi oleh Jude Bellingham dan Vinicius Jr.
Secara keseluruhan, Petit melihat Real Madrid saat ini “berjuang untuk memiliki perasaan tim yang sama” meskipun dihuni oleh pemain-pemain dengan kualitas individu yang luar biasa. Ia mengkritik ketidakseimbangan tim, menyebutnya “kelebihan beban di sisi kiri”. Menurutnya, kesuksesan Real Madrid di masa lalu banyak bergantung pada permainan kolektif, bukan hanya individu. Pandangan ini diperkuat oleh hasil pertandingan Liga Champions April 2025 lalu, di mana Arsenal berhasil mengalahkan Real Madrid 3-0, sebuah hasil yang oleh Petit disebut sebagai “penghinaan” bagi Los Blancos.