Eni Lampaui Proyeksi Laba Kuartal IV 2025, Produksi Migas Jadi Penopang Utama

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

eni spa, laporan keuangan eni q4 2025, produksi migas, indonesia, petronas

Raksasa energi asal Italia, , berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui perkiraan analis pada kuartal keempat tahun 2025. Perusahaan melaporkan laba bersih yang disesuaikan mencapai €1,2 miliar, angka ini jauh di atas proyeksi rata-rata analis sebesar €991,2 juta.

Pencapaian positif ini didorong oleh peningkatan produksi yang signifikan, membantu Eni mengimbangi tekanan dari penurunan harga minyak dan gas (migas) yang sempat terjadi pada akhir tahun lalu. Produksi Eni melonjak lebih dari 7% pada kuartal IV 2025, mencapai 1,84 juta barel setara minyak per hari.

Pertumbuhan produksi tersebut didukung oleh kontribusi dari berbagai proyek strategis di beberapa negara, termasuk Angola, , Norwegia, dan Kongo. Meskipun harga minyak mentah sempat melemah pada akhir tahun 2025 akibat pasokan global yang melimpah, harga komoditas ini telah menunjukkan pemulihan sekitar 17% sejak awal Januari 2026, sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran akan konflik baru di Iran.

Di Indonesia, Eni memiliki peran aktif dalam eksplorasi, produksi, dan pengembangan hidrokarbon, baik di darat maupun lepas pantai. Perusahaan ini menjalankan operasinya melalui usaha patungan dengan , perusahaan energi asal Malaysia. Salah satu kontribusi penting datang dari produksi gas di lapangan Jangkrik serta pengembangan proyek Merakes yang berlokasi di perairan dalam Kalimantan Timur.

Komitmen Eni di Tanah Air semakin kuat dengan persetujuan Rencana Pengembangan (POD) untuk ladang gas Geng North dan Gehem di Cekungan Kutei oleh otoritas Indonesia. Pengembangan terpadu kedua ladang ini akan membentuk pusat produksi baru yang dinamakan Northern Hub. Eni dan Petronas juga telah mengumumkan rencana investasi besar senilai US$15 miliar untuk mengembangkan cadangan di Indonesia dan Malaysia selama lima tahun ke depan.

Melalui proyek-proyek ini, Eni menargetkan produksi gas dan kondensat yang substansial, diperkirakan mencapai sekitar 2 miliar kaki kubik per hari (bcf/d) gas dan 80.000 barel minyak per hari (bopd) kondensat di wilayah Kalimantan Timur. Produksi ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Ke depan, Eni dijadwalkan akan meluncurkan rencana bisnis strategis terbarunya pada 19 Maret 2026. Sementara itu, harga saham Eni (E) di bursa telah menunjukkan tren positif, diperdagangkan sekitar €18,33 pada 12 Februari 2026, dengan imbal hasil dividen sekitar 5,44%.