Estimasi Biaya Main Padel di Indonesia: Dari Sewa Lapangan hingga Perlengkapan Pribadi

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

padel, biaya padel, olahraga raket, sewa lapangan padel, raket padel

Olahraga kini menjadi fenomena yang kian meramaikan kancah gaya hidup sehat di Indonesia. Kombinasi dinamis antara tenis dan squash ini menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pegiat olahraga kasual hingga figur publik. Popularitasnya yang meroket menjadikan padel sebagai pilihan menarik untuk aktivitas fisik sekaligus sarana bersosialisasi. Namun, bagi mereka yang baru ingin menjajal, pertanyaan seputar estimasi biaya kerap muncul. Berapa sebenarnya anggaran yang perlu disiapkan untuk menikmati yang seru ini?

Padel dimainkan di lapangan tertutup berukuran 10×20 meter, lebih kecil dari lapangan tenis, dan dikelilingi dinding kaca yang menjadi bagian integral dari strategi permainan. Teknik dasarnya yang relatif lebih sederhana dibandingkan tenis membuatnya mudah diakses oleh pemula. Indonesia sendiri mencatat pertumbuhan padel yang signifikan, menempati peringkat keenam di Asia Tenggara dan ke-29 secara global dalam perkembangan olahraga ini, menurut Federasi Padel Internasional (FIP). Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) bahkan telah menjadi anggota FIP dan padel kini dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).

Biaya Sewa Lapangan: Komponen Utama

Komponen biaya paling mendasar dalam bermain padel adalah sewa lapangan. Tarif sewa bervariasi tergantung lokasi, fasilitas klub, dan waktu bermain. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali, harga per jam dapat berkisar antara Rp200.000 hingga Rp800.000. Beberapa lokasi premium bahkan bisa mencapai Rp1.000.000 per jam.

Secara lebih rinci, pada hari kerja, sewa lapangan di siang hari umumnya berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp350.000 per jam. Sementara itu, untuk jam sore atau malam hari, tarifnya meningkat menjadi Rp200.000 hingga Rp450.000 per jam. Pada akhir pekan atau jam sibuk (peak time), biaya sewa bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp600.000 per jam. Mengingat padel dimainkan secara ganda (dua lawan dua), biaya sewa ini dapat dibagi rata di antara empat pemain, sehingga setiap individu hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp50.000 hingga Rp200.000 per jam. Beberapa klub juga menyediakan fasilitas penyewaan raket dengan biaya tambahan sekitar Rp30.000 hingga Rp60.000 per sesi.

Investasi Perlengkapan Pribadi: Raket, Bola, dan Sepatu

Selain sewa lapangan, pemain juga perlu mempertimbangkan investasi pada perlengkapan pribadi untuk kenyamanan dan performa optimal. , yang memiliki desain solid tanpa senar dan permukaan berlubang, menjadi investasi utama. Untuk pemula, raket berkualitas entry-level seperti merek Decathlon atau Joma dibanderol mulai dari Rp700.000 hingga Rp1.500.000. Sementara itu, raket padel secara umum memiliki rentang harga Rp1.500.000 hingga Rp4.000.000, tergantung merek, material, dan kualitasnya. Merek-merek premium seperti Adidas, Babolat, Royal Padel, atau Siux bahkan menawarkan model tahun 2026 dengan harga di atas Rp5.000.000.

Untuk bola padel, yang mirip dengan bola tenis namun dengan tekanan lebih rendah, satu set biasanya berisi dua atau tiga bola. Harga bola standar berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per set, sedangkan bola premium bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp350.000 per set. Beberapa toko daring juga menawarkan bola padel mulai dari Rp60.000 hingga Rp83.000 per set isi tiga. Pemilihan bola juga bisa disesuaikan, dengan bola kompetisi untuk kecepatan dan performa tinggi, serta bola latihan yang lebih berat dan tahan lama.

Sepatu khusus padel juga sangat direkomendasikan karena didesain dengan sol yang memberikan dukungan, stabilitas, dan daya cengkeram maksimal, penting untuk mencegah cedera. Beberapa tempat menyediakan sewa sepatu dengan biaya sekitar Rp50.000.

Biaya Tambahan: Pelatihan dan Keanggotaan Klub

Bagi mereka yang serius ingin meningkatkan kemampuan, pelatihan atau kelas padel adalah pilihan yang bijak. Biaya kelas grup per jam berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000 per orang. Untuk kelas privat, tarifnya lebih tinggi, yakni Rp300.000 hingga Rp800.000 per sesi satu jam. Opsi kelas semi-privat untuk dua hingga empat orang juga tersedia dengan biaya total sekitar Rp950.000 hingga Rp1.000.000 per sesi, yang dapat dibagi rata antar peserta. Beberapa klub juga menawarkan paket bulanan pelatihan dengan harga Rp1.000.000 hingga Rp4.000.000, tergantung frekuensi.

Selain itu, beberapa pemain memilih untuk menjadi anggota klub padel. Keanggotaan ini biasanya memberikan tarif khusus untuk sewa lapangan, akses fasilitas, dan partisipasi dalam acara internal klub. Estimasi biaya keanggotaan bulanan berkisar Rp300.000 hingga Rp800.000, sementara keanggotaan tahunan bisa mencapai Rp3.000.000 hingga lebih dari Rp10.000.000, dengan biaya pendaftaran awal antara Rp500.000 hingga Rp2.000.000.

Estimasi Total Anggaran

Untuk sesi pertama bermain padel dengan menyewa perlengkapan, estimasi biaya awal yang perlu disiapkan berkisar antara Rp500.000 hingga Rp550.000. Namun, jika Anda berencana bermain rutin dan berinvestasi pada perlengkapan pribadi (raket, sepatu, bola, dan beberapa sesi latihan), total biaya awal bisa mencapai sekitar Rp3.700.000. Secara umum, investasi awal untuk raket, sepatu, pakaian, dan bola dapat berkisar Rp3.000.000 hingga Rp6.000.000. Setelah investasi awal ini, biaya rutin per sesi bermain akan lebih terjangkau, yaitu sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per orang.

Perkembangan dan Regulasi di Jakarta

Popularitas padel yang melonjak juga membawa tantangan, terutama di kota-kota besar. Di Jakarta, per 23 Februari 2026, tercatat ada 397 lapangan padel. Namun, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta mencatat bahwa 185 lapangan di antaranya belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan aturan baru. Lapangan padel kini wajib memiliki izin teknis awal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan hanya diperbolehkan berada di zona komersial, bukan perumahan. Bagi lapangan yang sudah ada di kawasan perumahan dan memiliki PBG, jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada penghentian kegiatan, pembongkaran, hingga pencabutan izin usaha. Selain itu, fasilitas padel komersial di Jakarta juga kini dikenai Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10%, menjadikannya bagian dari jasa hiburan berbayar.

Dengan berbagai pilihan biaya yang tersedia, padel tetap menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Kuncinya adalah menyesuaikan pilihan dengan anggaran dan tingkat keseriusan dalam bermain. Semakin banyak pemain yang bergabung, semakin besar pula potensi untuk berbagi biaya dan menikmati keseruan padel bersama komunitas.