ETLE Mobile Handheld Presisi: Polda Metro Perketat Pengawasan Pelanggaran Lalu Lintas

Author Image

Irfan

19 Februari 2026

Foto Polisi Mengedukasi Pelanggar Lalin : (tangkapan Layar)
Foto Polisi Mengedukasi Pelanggar Lalin : (tangkapan layar)

Jakarta – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kini memperkuat sistem penindakan pelanggaran lalu lintas dengan meluncurkan ETLE Mobile Handheld Presisi. Perangkat ini memungkinkan petugas melakukan penindakan secara dinamis di lapangan, melengkapi kamera ETLE statis yang sudah ada.

Inovasi Pengawasan Lalu Lintas

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan pelanggaran. Mulai dari jalan protokol hingga kawasan vital seperti Bandara Soekarno-Hatta, petugas kini dibekali alat canggih untuk menjaring pelanggar yang sebelumnya luput dari pantauan kamera statis.

“Penindakan dilakukan secara dinamis. Petugas di lapangan kini dibekali perangkat ETLE Mobile Handheld untuk menjaring pelanggar yang tidak tertangkap kamera statis,” ujar Irjen Agus Suryonugroho kepada detikcom, Senin (16/2/2026).

Berdasarkan rekaman video yang diterima detikcom, penindakan menggunakan ETLE Mobile Handheld Presisi telah dilaksanakan oleh jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya, termasuk Subdit Gakkum Ditlantas, Satlantas Jakarta Utara, Satlantas Jakarta Timur, dan Satlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Petugas terlihat sigap memotret pengendara yang melanggar aturan di berbagai wilayah di Jakarta, termasuk menindak kendaraan yang parkir liar dan berhenti sembarangan di sekitar Bandara Soetta yang kerap memicu kemacetan.

Fokus Pelanggaran dan Pendekatan Humanis

Sistem ETLE Mobile Handheld memungkinkan penindakan langsung di tempat. Beberapa pelanggaran utama yang menjadi fokus meliputi tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus lalu lintas, serta pelanggaran rambu dan parkir liar. Penindakan dilakukan secara humanis dengan memberikan edukasi agar pengendara tidak mengulangi perbuatannya.

Irjen Agus menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan untuk meminimalisir interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, guna menghindari potensi pungutan liar dan memberikan efek jera yang lebih efektif. “Semua ini demi ketertiban dan keselamatan bersama. Kami ingin masyarakat sadar bahwa pengawasan ada di mana-mana, bukan hanya di titik yang ada kameranya saja,” pungkas Irjen Agus.

Modernisasi Tata Kelola Lalu Lintas

Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dalam mendorong modernisasi tata kelola lalu lintas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi ditekankan sebagai instrumen utama dalam membangun sistem lalu lintas yang transparan, terukur, dan berorientasi pada keselamatan.

Digitalisasi pengawasan bukan hanya soal perangkat, melainkan bagian dari reformasi kultural menuju pelayanan publik yang profesional dan akuntabel. ETLE Mobile Handheld dirancang sebagai perangkat pengawasan elektronik yang fleksibel dan dinamis, memungkinkan pemantauan di berbagai titik strategis.

Keunggulan ETLE Mobile Handheld terletak pada kemampuannya melakukan dokumentasi digital secara real time yang terintegrasi langsung dengan sistem Back Office ETLE. Setiap data yang terekam tersimpan secara sistematis dan terdokumentasi secara elektronik, mendukung tertib administrasi serta transparansi pengelolaan data lalu lintas.

Melalui optimalisasi ETLE Mobile Handheld Presisi, Irjen Agus menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam membangun sistem lalu lintas yang berorientasi pada keselamatan, keteraturan, serta perlindungan masyarakat. Transformasi digital ini menjadi upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengawasan yang profesional, humanis, dan berbasis teknologi demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas secara menyeluruh.