Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga, menyatakan pihaknya masih menanti solusi terkait polemik status pemain naturalisasi Dean James di Liga Belanda. James, yang kini membela Go Ahead Eagles, tengah menghadapi gugatan dari klub lain mengenai legalitasnya sebagai pemain non-Uni Eropa (non-EU) di Eredivisie musim 2025/2026.
Menurut Arya, PSSI telah menuntaskan seluruh proses administrasi di Indonesia terkait status kewarganegaraan Dean James. Ia menegaskan bahwa permasalahan yang muncul di Belanda sama sekali tidak berkaitan dengan paspor Indonesia atau status Warga Negara Indonesia (WNI) sang pemain. “Tidak ada urusan dengan itu, tidak ada hubungan. Yang diributkan bukan hanya dia, banyak juga kasus lain di sana, dan tidak ada masalah,” ujar Arya. “Jadi jangan khawatir, yang pasti kita sudah menyelesaikan semua administrasi. Dari pihak kita sudah beres semua. Jadi tidak akan menjadi masalah,” imbuhnya.
Polemik Status Non-EU Dean James
Dean Ruben James, bek kiri berusia 25 tahun yang lahir di Leiden, Belanda pada 30 April 2000, resmi memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 10 Maret 2025. Ia bergabung dengan Go Ahead Eagles pada 18 Juli 2023 dan memperpanjang kontraknya pada 22 Januari 2025.
Masalah muncul ketika klub Belanda, NAC Breda, menggugat status Dean James setelah kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. NAC Breda mempertanyakan keabsahan James sebagai pemain non-EU, mengingat ia menandatangani kontrak dengan Go Ahead Eagles pada 2023 saat masih berstatus warga negara Belanda, sebelum proses naturalisasinya rampung pada 2025.
Regulasi Liga Belanda mewajibkan pemain non-EU memenuhi ketentuan tertentu, termasuk izin kerja dan standar gaji minimum, yang untuk Dean James diperkirakan sebesar 608.000 euro atau sekitar Rp11,8 miliar. Kondisi inilah yang menjadi dasar perdebatan mengenai kelayakan statusnya.
Sikap Eredivisie dan Dampak ke Timnas Indonesia
Direktur Eredivisie, Jan de Jong, mengakui bahwa kasus ini “sangat sulit” dan membutuhkan waktu untuk penyelidikan oleh jaksa sepak bola profesional. Meskipun demikian, dewan liga berencana untuk menganggap sah semua pertandingan yang telah dimainkan dan tidak berencana membatalkan atau mengulanginya, sembari menunggu putusan akhir dari jaksa penuntut.
Polemik ini turut berdampak pada keterlibatan Dean James dengan Timnas Indonesia. Ia sempat masuk dalam daftar 24 pemain pilihan pelatih John Herdman untuk FIFA Series 2026 yang berlangsung 27-30 Maret 2026. Namun, namanya kemudian dicoret dari skuad final.
Kepala Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menjelaskan bahwa pencoretan Dean James didasari alasan teknis dan regulasi turnamen yang hanya memperbolehkan pendaftaran maksimal 23 pemain. “Karena hanya 23 pemain yang bisa kami daftarkan untuk pertandingan resmi, sementara ada 24 orang yang menerima panggilan, maka satu harus kami coret. Pilihan jatuh kepada Dean James setelah diskusi mendalam dengan pelatih John Herdman,” tutur Sumardji. Sementara itu, media Belanda melaporkan bahwa Dean James batal bergabung karena sakit.
Terlepas dari masalah ini, Dean James tetap aktif bermain untuk Go Ahead Eagles. Ia tercatat telah bermain dalam beberapa pertandingan Eredivisie pada Maret 2026 dan memiliki statistik 1 gol dan 1 assist dalam 1.539 menit bermain di musim 2025/2026. Pertandingan berikutnya untuk Go Ahead Eagles adalah melawan PEC Zwolle di Eredivisie pada 5 April 2026.