Bek Aston Villa, Ezri Konsa, dilaporkan melampiaskan rasa frustrasinya dengan sebuah gestur marah ke arah suporter setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Wolverhampton Wanderers pada Jumat, 27 Februari 2026. Insiden ini terjadi di Molineux, markas Wolves, di mana Villa harus mengakui keunggulan tim tuan rumah yang berada di dasar klasemen.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Aston Villa untuk mengamankan posisi di Liga Champions musim depan. Dua gol Wolves dicetak oleh João Gomes, yang membuka keunggulan, dan Rodrigo Gomes, yang memastikan kemenangan di masa tambahan waktu. Nama Rodrigo Gomes bahkan sempat menjadi topik hangat di media sosial setelah gol penentunya.
Pertandingan berlangsung alot, dengan kedua tim kesulitan menciptakan peluang di babak pertama. Wolves berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-61 melalui gol João Gomes. Meskipun Villa mencoba bangkit dan menekan di sisa waktu, mereka tidak mampu menembus pertahanan Wolves. Gol kedua Rodrigo Gomes di menit-menit akhir pertandingan mengunci kemenangan bagi tim tuan rumah.
Manajer Aston Villa, Unai Emery, menunjukkan kekecewaan yang mendalam atas hasil ini. Ia terlihat bergegas meninggalkan lapangan dan masuk ke terowongan pemain dengan ekspresi jijik. Emery kemudian menyerukan persatuan, menyatakan, “Saya ingin memberi tahu para suporter bahwa kami membutuhkan energi mereka. Pada hari Rabu kami membutuhkan bantuan mereka. Kita harus bersama-sama – pelatih, pemain, suporter, semua orang.”
Bagi Ezri Konsa, ini bukan kali pertama ia menunjukkan atau terlibat dalam insiden yang mencerminkan frustrasi di lapangan. Sebelumnya, pada Februari 2025, setelah kekalahan 0-2 dari Wolves, Konsa mengakui bahwa timnya “tidak cukup bagus” dan menyoroti masalah kebobolan gol cepat saat bermain tandang.
Selain itu, Konsa juga pernah menjadi sasaran insiden dari suporter. Pada Juni 2024, ia mengungkapkan bahwa anggota keluarganya, termasuk saudaranya, terkena lemparan gelas bir oleh penggemar timnas Inggris yang marah setelah hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia di Euro 2024. “Saudara saya terkena, beberapa lainnya juga,” ujarnya saat itu. Kemudian, pada September 2025, Konsa juga menjadi korban sorotan laser dari penonton saat membela Inggris dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia, yang sempat menghentikan pertandingan.
Gestur Konsa setelah kekalahan terbaru dari Wolves ini menambah daftar panjang momen di mana emosi pemain terekspresikan di tengah tekanan tinggi kompetisi. Kekalahan ini membuat Aston Villa tetap berada di posisi ketiga klasemen Liga Primer, namun berisiko disalip Manchester United pada akhir pekan ini.