Bek tengah Chelsea, Wesley Fofana, pernah melontarkan pujian terhadap mentalitas Enzo Maresca pada awal tahun 2024, menyebutnya “top”. Kini, dengan pergantian kepemimpinan di Stamford Bridge, komentar tersebut kembali menjadi sorotan. Ironisnya, Maresca yang pernah ia puji kini telah meninggalkan kursi manajer Chelsea, dan justru Liam Rosenior, sosok lain yang pernah bekerja dengannya, yang kini menjadi pelatih kepala The Blues.
Pada Februari 2024, saat Maresca masih menukangi Leicester City dan Rosenior memimpin Hull City, Fofana memberikan pandangannya tentang kedua pelatih tersebut. Fofana, yang meninggalkan Leicester menuju Chelsea pada Agustus 2022, memiliki pengalaman langsung bekerja dengan Liam Rosenior ketika Rosenior menjabat sebagai asisten pelatih di Leicester City.
Namun, Fofana tidak pernah bermain di bawah arahan Enzo Maresca di Leicester, mengingat Maresca baru bergabung dengan klub tersebut pada Juni 2023. Oleh karena itu, pujian Fofana terhadap Maresca kemungkinan besar didasarkan pada observasi atau reputasi Maresca di dunia sepak bola. “Mentalitasnya top,” ujar Fofana kala itu, merujuk pada Maresca.
Di sisi lain, Fofana menggambarkan Liam Rosenior dengan kesan yang lebih personal. “Dia orang baik,” kata Fofana, menambahkan bahwa Rosenior “selalu tersenyum.” Sebuah gambaran yang kontras dengan pujian taktisnya untuk Maresca.
Perubahan Dinamika di Stamford Bridge
Dinamika hubungan ini berubah drastis dalam dua tahun terakhir. Enzo Maresca, yang membawa Leicester City promosi kembali ke Premier League, kemudian diangkat sebagai manajer Chelsea pada 3 Juni 2024, dengan kontrak lima tahun. Namun, masa jabatannya di London Barat berakhir pada Januari 2026.
Tak lama berselang, pada 6 Januari 2026, Liam Rosenior, yang sebelumnya dipecat dari Hull City pada Mei 2024, secara mengejutkan diumumkan sebagai pelatih kepala baru Chelsea. Ini berarti Rosenior kini menjadi atasan langsung Fofana di Chelsea, sebuah perkembangan yang menarik mengingat komentar Fofana di masa lalu.
Kondisi Fofana dan Harapan di Bawah Rosenior
Fofana sendiri telah melewati periode sulit dengan serangkaian cedera sejak bergabung dengan Chelsea. Meskipun sempat ada laporan pada Januari 2026 bahwa ia akan absen hingga akhir musim karena cedera hamstring, Fofana justru telah kembali beraksi di lapangan pada Februari 2026. Ia bahkan membuat penampilan beruntun di Carabao Cup dan Premier League pada awal bulan ini.
Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Fofana untuk kembali ke performa terbaiknya. “Tujuan untuk setiap pemain adalah membangun mereka hingga titik di mana mereka bisa bermain di setiap pertandingan. Itu tujuannya dan kami belum sepenuhnya sampai di sana,” ujar Rosenior pada 12 Februari 2026, menekankan pentingnya manajemen beban kerja yang hati-hati untuk bek Prancis tersebut. Fofana sendiri pada November 2025 juga telah menyatakan persetujuannya dengan pendekatan bertahap dalam mengelola waktu bermainnya setelah cedera.
Dengan Rosenior kini memegang kendali di Chelsea, dan Fofana yang perlahan kembali menemukan ritme permainannya, akan menarik untuk melihat bagaimana “orang baik yang selalu tersenyum” ini akan memanfaatkan mentalitas “top” yang pernah dipuji Fofana, untuk membawa Chelsea meraih kesuksesan.