Legenda sepak bola Meksiko, Alberto García Aspe, menyuarakan keprihatinan mendalam atas performa Club América yang tengah dilanda krisis. Ia menegaskan bahwa tim berjuluk Las Águilas tersebut “sangat butuh kemenangan” untuk keluar dari situasi sulit yang mereka hadapi di Liga MX Clausura 2026.
Komentar tajam García Aspe ini muncul setelah Club América menelan “kekalahan menyakitkan dari Chivas” dalam laga Clásico Nacional. Hasil minor tersebut menambah panjang daftar performa mengecewakan yang membuat tim asuhan André Jardine terpuruk di klasemen sementara.
América Terancam Gagal Lolos Playoff
Hingga 21 Februari 2026, Club América berada di posisi ke-10 dalam tabel Liga MX Clausura 2026 dengan hanya mengumpulkan 8 poin dari 6 pertandingan. Posisi ini menempatkan mereka “di ambang terlempar dari zona playoff” (Liguilla), sebuah skenario yang tidak dapat diterima mengingat sejarah dan ekspektasi tinggi klub.
Performa awal Las Águilas di Clausura 2026 dinilai “mengkhawatirkan”, terutama dengan catatan hanya mencetak tiga gol, yang merupakan jumlah terendah dalam sejarah klub pada tahap kompetisi ini. Mereka mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan (2-2-2) sejauh ini.
Ujian Berat Kontra Puebla
Tekanan semakin memuncak menjelang laga tandang krusial melawan Puebla di Estadio Cuauhtémoc, yang dijadwalkan pada 20/21 Februari 2026. Pertandingan ini menjadi “ujian berat” bagi kedua tim, dan menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola.
Puebla sendiri tidak dalam kondisi terbaik, berada di posisi ke-13 dengan 5 poin. Mereka juga “terluka” setelah menyia-nyiakan keunggulan dua gol saat menghadapi Pumas. Meskipun demikian, García Aspe mengingatkan bahwa Puebla bisa menjadi lawan berbahaya.
Sorotan pada Pelatih dan Pemain
Pelatih André Jardine mengakui bahwa timnya harus segera menemukan kembali performa terbaik untuk bersaing di papan atas Liga MX. García Aspe menyoroti kurangnya permainan kolektif dan adaptasi yang lambat dari pemain bintang seperti Raphael Veiga, sementara Henry Martín masih berjuang untuk mendapatkan kembali ketajaman mencetak golnya setelah pulih dari cedera. Absennya Alejandro Zendejas untuk laga kontra Puebla semakin memperlemah lini serang América.
García Aspe juga menyinggung ketidakstabilan di tingkat manajemen, dengan rumor mengenai potensi kepergian Presiden Santiago Baños. “Ketika tidak ada stabilitas di puncak, itu terlihat di bawah,” komentar García Aspe. Selain itu, ia mencatat bahwa kedekatan Piala Dunia 2026 membuat banyak pemain lebih fokus pada posisi mereka di daftar tim nasional Javier Aguirre daripada performa klub.
Sebelumnya, Jardine juga sempat menyatakan bahwa “inti tim yang meraih tiga gelar berturut-turut sudah tidak ada lagi” karena beberapa pemain kunci telah pergi, dan timnya kini berada dalam fase tersulit untuk menemukan identitas baru. Untuk Clausura 2026, Club América telah melakukan beberapa perubahan skuad, termasuk kepergian Igor Lichnovsky dan Álvaro Fidalgo (ke Real Betis), serta kedatangan Rodrigo Dourado, Raphael Veiga, Vinícius Lima, Fernando Tapia, dan Aarón Mejía.