PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) secara resmi menangguhkan seluruh layanan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar, mulai Jumat, 28 Februari 2026. Keputusan ini diambil menyusul penutupan sementara wilayah udara Qatar sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa penangguhan operasional ini bersifat sementara hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut. Langkah preventif tersebut diambil dengan prioritas utama pada aspek keselamatan dan keamanan penerbangan bagi seluruh penumpang dan awak.
Eskalasi ketegangan di Timur Tengah dilaporkan semakin memuncak setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Situasi ini memicu penutupan sejumlah wilayah udara di kawasan tersebut, termasuk Qatar, Irak, Suriah, dan Bahrain, yang berdampak signifikan pada lalu lintas penerbangan internasional.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa penutupan wilayah udara ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan bersama dengan Israel. Kondisi tersebut sontak meningkatkan status kewaspadaan penerbangan internasional.
Garuda Indonesia memastikan bahwa rute internasional lainnya tetap beroperasi secara normal dan tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik. Maskapai nasional ini juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan berkoordinasi aktif dengan otoritas penerbangan serta pemangku kepentingan terkait.
Bagi para penumpang yang terdampak oleh penangguhan ini, Garuda Indonesia mengimbau untuk secara berkala memeriksa pembaruan jadwal penerbangan. Informasi terkini dapat diakses melalui Contact Center Garuda Indonesia yang beroperasi 24 jam di nomor 021 2351 9999 atau 0804 1807 807, serta melalui situs resmi perusahaan di garuda-indonesia.com.
Dampak dari penutupan wilayah udara ini tidak hanya dirasakan oleh Garuda Indonesia. Maskapai global lainnya seperti Qatar Airways juga mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Doha. Selain itu, Singapore Airlines, Emirates, Etihad, British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air turut melakukan pembatalan atau pengalihan rute penerbangan ke dan dari Timur Tengah.
Secara global, sekitar 2.600 penerbangan telah dibatalkan akibat situasi ini. Di Indonesia, dampak penutupan ruang udara juga terasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Di Bandara Ngurah Rai, lima penerbangan internasional dibatalkan, memengaruhi sekitar 1.631 calon penumpang dari maskapai Emirates, Qatar Airways, dan Etihad.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menginstruksikan seluruh maskapai nasional untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memonitor kondisi ruang udara di Timur Tengah. Maskapai juga diminta untuk menyusun skenario alternatif guna meminimalkan gangguan operasional, termasuk untuk penerbangan haji dan umrah.