Gempa M 4,5 Guncang Bali Pagi Ini, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Pulau Bali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,5 pada Minggu (1/3/2026) pagi. Guncangan yang cukup kuat ini memicu kepanikan di kalangan warga, terutama di wilayah dan Kuta, Badung, yang membuat sebagian orang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Pusat Gempa dan Analisis BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mencatat gempa terjadi sekitar pukul 11.52 WITA. Berdasarkan analisis terbaru, episenter gempa terletak di laut, sekitar 63 kilometer tenggara , Bali. Kedalaman hiposenter gempa ini teridentifikasi pada 75 kilometer.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa gempa ini tergolong jenis gempa menengah. Fenomena ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi atau tumbukan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber lebih lanjut menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).

Dampak Guncangan di Berbagai Wilayah

Dampak guncangan gempa dirasakan dengan intensitas yang bervariasi di sejumlah wilayah. Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, getaran pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity) terasa di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas lebih rendah, yakni skala II MMI, dirasakan di Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Tidak Berpotensi Tsunami dan Imbauan Ketenangan

Meskipun guncangan terasa kuat dan sempat menimbulkan kepanikan, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga Minggu (1/3/2026) pukul 12.15 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.