Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Sumba Timur, Terasa Kuat hingga Kambaniru

Kabupaten Sumba Timur, (NTT), diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,4 pada Minggu, 1 Maret 2026, pagi. Guncangan yang berpusat di darat ini terasa cukup kuat di sejumlah wilayah, termasuk dan Waingapu.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (), gempa terjadi tepat pada pukul 07:25:43 WIB atau 08:25:43 WITA. Episenter gempa terletak pada koordinat 9.89 Lintang Selatan dan 120.01 Bujur Timur, sekitar 26 kilometer di tenggara , Sumba Timur, dengan kedalaman hiposenter 32 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Meskipun terasa cukup kuat, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempanya berada di darat.

Laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan di Kabupaten Sumba Timur dengan skala intensitas IV MMI. Skala ini berarti gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari. Di wilayah Kambaniru, Kecamatan Kambera, warga mengaku terkejut merasakan guncangan.

Wilily, seorang warga Kambaniru, menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi. “Saya lagi duduk santai minum kopi, tiba-tiba kursi goyang halus. Jantung langsung berdebar,” ungkapnya. Pengakuan serupa juga datang dari Rina, seorang ibu rumah tangga. “Kasur seperti ada yang angkat sedikit. Tidak lama, tapi jelas terasa,” ujarnya.

Hingga pukul 07:58 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa. Selain itu, belum terdeteksi adanya gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat di Sumba Timur dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG.