Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah tenggara Kuta Selatan, Bali, pada Minggu, 1 Maret 2026, sekitar pukul 11.52 Wita. Guncangan yang cukup kuat ini memicu kepanikan di kalangan warga, bahkan membuat sejumlah orang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Menurut data resmi dari BMKG, pusat gempa terletak di laut pada koordinat 9,27 Lintang Selatan dan 115,53 Bujur Timur. Lokasi episenter berada sekitar 63 kilometer tenggara Kuta Selatan, Bali, dengan kedalaman 83 kilometer. Kedalaman tersebut mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa menengah yang umumnya dirasakan dalam skala ringan hingga sedang di wilayah sekitar pusat gempa.
Getaran gempa dirasakan secara luas di berbagai daerah, tidak hanya di Bali tetapi juga hingga wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Denpasar, Badung, Tabanan, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram, gempa dirasakan dengan intensitas Skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya mirip seperti ada truk besar yang melintas. Sementara itu, di Gianyar, Lombok Timur, Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara, gempa tercatat pada Skala II MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Kepanikan sempat melanda warga saat guncangan terjadi. Sejumlah warga di Kuta Selatan, Badung, Bali, dilaporkan berteriak, “Gempa… gempa…” sembari berhamburan ke luar bangunan. Arya Suartawan, seorang warga Batubulan, Kabupaten Gianyar, turut merasakan guncangan yang cukup kuat. “Gempa sangat keras. Awalnya naik turun, selang beberapa detik bergeser ke samping,” ujarnya. Warga lain, Rini, seorang ibu yang tinggal di Batubulan, Gianyar, mengaku kaget namun hanya bisa pasrah karena memiliki dua anak kecil. “Tidak bisa lari karena ada dua anak kecil,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG.
Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa bumi karena letaknya berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik yang saling bertumbukan atau konvergen. Gempa yang terjadi hari ini diduga dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.