Pulau Bali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 pada Minggu, 1 Maret 2026, pagi hari. Guncangan yang cukup kuat ini memicu kepanikan di beberapa wilayah, termasuk Denpasar dan Kuta, Badung, serta terasa hingga sebagian wilayah Lombok.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.52 Wita atau 10.52 WIB. Pusat gempa diidentifikasi berada di laut, sekitar 60 kilometer tenggara Kuta Selatan, Bali, pada kedalaman 56 kilometer.
BMKG secara resmi menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, getaran gempa dirasakan luas. Di Denpasar, Badung, Tabanan, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram, guncangan terasa dengan intensitas Skala III Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran nyata di dalam rumah dan terasa seperti dilewati truk besar.
Sementara itu, di Gianyar, Lombok Timur, Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara, gempa tercatat pada Skala II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Salah seorang warga Batubulan, Kabupaten Gianyar, Arya Suartawan, mengungkapkan pengalamannya. “Gempa sangat keras. Awalnya naik turun, selang beberapa detik bergeser ke samping,” ujarnya.
Kepanikan sempat melanda warga saat gempa terjadi. Sebuah laporan dari warganet dengan akun @StrawberryV4 menyebutkan, “Saya di Kuta terasa banget, pengin lari saja tadi.” Gempa dengan magnitudo 4,8 umumnya tergolong sering dirasakan, namun biasanya hanya menyebabkan kerusakan ringan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.