Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat serangkaian aktivitas gempa bumi signifikan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu, 1 Maret 2026, dua gempa dengan magnitudo cukup besar terjadi di Sulawesi Utara dan Bali, yang keduanya dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa M 5,9 di Sulawesi Utara Tanpa Potensi Tsunami
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,9 mengguncang wilayah 108 kilometer Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (SULUT), pada Minggu dini hari, 1 Maret 2026, tepatnya pukul 00:22:21 WIB. Pusat gempa ini berada pada kedalaman 67 kilometer. Meskipun memiliki magnitudo yang cukup besar, BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. BMKG mengimbau masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Bali dan Lombok Rasakan Guncangan M 4,7
Pada hari yang sama, Minggu, 1 Maret 2026, gempa bumi Magnitudo 4,7 juga tercatat mengguncang wilayah Tenggara Kuta Selatan, Bali, pada pukul 10:52:49 WIB atau 11:52 Wita. Episenter gempa ini terletak di koordinat 9,27 Lintang Selatan dan 115,53 Bujur Timur, sekitar 63 kilometer Tenggara Kuta Selatan, dengan kedalaman 83 kilometer. Getaran gempa ini terasa nyata oleh warga di Pulau Lombok dan sekitarnya, termasuk di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram dengan skala intensitas MMI III. Sementara itu, di Kabupaten Gianyar, Lombok Timur, Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara, getaran dirasakan pada skala MMI II. BMKG menduga pemicu gempa ini adalah aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Sama seperti gempa di Sulawesi Utara, gempa di Bali ini juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Aktivitas Seismik Lain di Penghujung Februari
Selain dua gempa signifikan pada 1 Maret 2026, BMKG juga mencatat beberapa aktivitas seismik lain di penghujung Februari. Pada Jumat, 28 Februari 2026, gempa Magnitudo 5,6 melanda 46 kilometer Timur Laut Toli-Toli, Sulawesi Tengah, pada pukul 13:52:07 WIB. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini dirasakan di Toli-Toli dan Buol dengan skala MMI IV, serta di Pohuwato dengan skala MMI II-III. Sebelumnya, pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 07:25:43 WIB, gempa Magnitudo 4,4 juga tercatat di darat 26 kilometer tenggara Lewa, Sumba Timur, yang getarannya turut dirasakan oleh masyarakat.
Secara keseluruhan, BMKG melaporkan bahwa dalam sepekan terakhir hingga akhir Februari 2026, Indonesia mengalami 22 aktivitas gempa signifikan yang getarannya dirasakan oleh masyarakat, dengan variasi magnitudo dan kedalaman. Kondisi ini menegaskan bahwa Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan gempa bumi karena posisinya yang berada di jalur Cincin Api Pasifik.