Pembalap Mercedes, George Russell, harus menghadapi kenyataan pahit setelah perubahan setelan pada mobil W17 miliknya menjelang sesi kualifikasi Grand Prix Jepang 2026 justru berbalik menjadi bumerang. Russell mengungkapkan bahwa penyesuaian kecil pada bagian belakang mobilnya membuat performa kendaraan “berubah menjadi lebih buruk,” memaksanya berjuang keras di Sirkuit Suzuka dan tertinggal dari rekan setimnya, Kimi Antonelli.
Insiden ini terjadi pada Jumat, 28 Maret 2026, di mana Russell merasa mobilnya “sangat aneh” dan tidak lagi memberikan sensasi yang sama seperti sepanjang akhir pekan latihan bebas. “Sejujurnya, ini sangat aneh,” kata Russell. “Kami melakukan penyesuaian setelan menjelang kualifikasi, dan mobilnya tidak terasa sama seperti sepanjang akhir pekan.”
Perubahan yang dimaksud adalah penyesuaian mekanis pada bagian belakang mobil, yang menurut Russell seharusnya “transparan” atau tidak terlalu terasa. Namun, efeknya justru signifikan, menyebabkan ketidakstabilan dan oversteer yang parah, terutama di tikungan cepat seperti ‘Esses’ di Sektor 1 dan sektor terakhir. “Saya tidak bisa menyerang tikungan mana pun. Bagian belakang mobil terus mencoba keluar dari kendali saya,” jelas Russell.
Akibatnya, Russell terpaksa melakukan penyesuaian besar pada sayap depan mobilnya selama sesi kualifikasi untuk mengkompensasi masalah keseimbangan. Ia mengakui harus “menyesuaikan gaya mengemudi saya banyak” hanya untuk menjaga mobil tetap di lintasan. “Saya harus melepas sayap depan dalam jumlah besar untuk mengkompensasi karena rasanya saya hampir berputar di pintu masuk tikungan, dan tikungan terakhir saya tidak bisa melewatinya, saya hampir berputar di tikungan ini,” tambahnya.
Performa Russell sangat kontras dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang berhasil meraih pole position. Antonelli mencatatkan waktu hampir tiga persepuluh detik lebih cepat dari Russell. Russell sendiri berhasil mengamankan posisi baris depan, namun ia mengakui bahwa sesi kualifikasi tersebut “sangat sulit” dan “sedikit menjengkelkan karena sudah dua minggu berturut-turut kualifikasi menjadi sedikit rumit.”
Team Principal Mercedes, Toto Wolff, juga mengakui bahwa Russell akan membawa kerugian ini ke balapan utama pada hari Minggu. Di bawah kondisi parc fermé, setelan mobil yang bermasalah kini terkunci untuk balapan, meninggalkan Russell dengan mobil yang tidak sepenuhnya ia percayai untuk menghadapi balapan panjang. “Kami sedikit terbelenggu sekarang,” ujar Russell, menggambarkan situasi sulit yang dihadapinya.
Masalah setelan mobil ini bukan kali pertama bagi Russell dan Mercedes. Pada musim 2025, Russell juga sempat menyoroti “masalah fundamental” pada mobil W16 mereka, terutama terkait performa di kondisi suhu panas. Meskipun Mercedes telah meluncurkan mobil W17 untuk musim 2026 dengan harapan perbaikan signifikan, insiden di Suzuka ini menunjukkan bahwa tantangan dalam menemukan setelan optimal masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim Silver Arrows.
Detail Performa Mercedes W17 di GP Jepang 2026 (Kualifikasi)
- Mobil: Mercedes-AMG F1 W17 E Performance
- Pembalap Terdampak: George Russell
- Masalah Utama: Ketidakstabilan bagian belakang mobil, oversteer, terutama di tikungan cepat (Esses)
- Penyebab: Penyesuaian setelan mekanis kecil pada bagian belakang sebelum kualifikasi
- Dampak Kualifikasi: Russell harus melakukan penyesuaian sayap depan besar-besaran, tertinggal hampir 0,3 detik dari rekan setim Kimi Antonelli
- Implikasi Balapan: Setelan terkunci di bawah parc fermé, Russell akan membawa kerugian ini ke balapan utama