Tim Nasional Georgia berhasil mengawali tahun 2026 dengan catatan positif setelah menaklukkan Israel 1-0 dalam pertandingan persahabatan internasional. Laga yang berlangsung di Stadion Mikheil Meskhi, Tbilisi, pada Kamis, 26 Maret 2026, waktu setempat, menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim menjelang kompetisi resmi mendatang.
Awal Baru Georgia di Bawah Kapten Kvaratskhelia
Kemenangan tipis ini menjadi angin segar bagi skuad asuhan pelatih Willy Sagnol, yang berambisi mengakhiri tren negatif empat kekalahan beruntun di akhir tahun 2025. Pertandingan ini juga menandai era baru bagi Georgia dengan penunjukan bintang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, sebagai kapten timnas. Kvaratskhelia resmi mengemban ban kapten pada 24 Maret 2026, menggantikan Guram Kashia yang telah pensiun dari sepak bola internasional.
Georgia, yang sebelumnya sukses melaju hingga babak 16 besar Euro 2024, kini tengah mempersiapkan diri untuk Liga Negara UEFA yang akan dimulai pada September 2026. Kembalinya penyerang produktif Georges Mikautadze ke lini depan juga menambah kekuatan tim, berpotensi menciptakan ancaman besar bagi pertahanan lawan bersama Kvaratskhelia. Meskipun kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026 mereka tidak berjalan sesuai harapan, kemenangan ini diharapkan dapat memicu semangat baru bagi Jvarosnebi.
Israel Hadapi Tantangan di Tengah Isu Sanksi
Di sisi lain, Timnas Israel juga menjadikan laga ini sebagai persiapan awal tahun 2026 setelah gagal dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana mereka finis di posisi ketiga grup. Skuad asuhan pelatih Ran Ben Shimon harus tampil tanpa beberapa pemain kunci, termasuk Manor Solomon yang absen karena cedera dan Mohammad Abu Fani karena alasan pribadi. Gelandang muda berbakat Oskar Gloukh menjadi salah satu harapan Israel untuk membongkar pertahanan lawan.
Selain tantangan di lapangan, Timnas Israel juga menghadapi isu pelik terkait potensi larangan tampil di Piala Dunia 2026. Laporan media menyebutkan adanya tekanan internasional, khususnya dari Qatar, kepada UEFA untuk mempertimbangkan sanksi terhadap Israel. Situasi ini menambah beban bagi Federasi Sepak Bola Israel yang tengah berupaya melakukan lobi politik dan diplomasi olahraga untuk menghindari larangan total dari kompetisi internasional.
Persiapan Menuju Liga Negara UEFA
Pertandingan persahabatan ini memiliki arti penting bagi kedua negara sebagai ajang pemanasan dan evaluasi tim sebelum bergulirnya Liga Negara UEFA pada September mendatang. Baik Georgia maupun Israel sama-sama ingin memulai tahun 2026 dengan momentum positif setelah kampanye kualifikasi Piala Dunia yang kurang memuaskan.
Secara historis, pertemuan antara Georgia dan Israel seringkali berjalan ketat. Dalam enam pertemuan terakhir sejak Februari 1994, Israel unggul tipis dengan tiga kemenangan berbanding satu kemenangan Georgia, sementara dua laga lainnya berakhir imbang. Stadion Mikheil Meskhi, yang berkapasitas 27.223 penonton, menjadi saksi bisu pertarungan kedua tim dalam laga yang berlangsung pada pukul 17:00 UTC (21:00 waktu setempat Tbilisi).