Gio Reyna: ‘Semua Tergantung Saya’ untuk Wujudkan Potensi Zidane Berikutnya Jelang Piala Dunia 2026

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771631764

Harapan besar disematkan pada gelandang serang tim nasional Amerika Serikat (), Giovanni Reyna, yang kerap disebut-sebut sebagai “Zinedine Zidane berikutnya” oleh legenda USMNT, Tab Ramos. Namun, menjelang yang akan digelar di kandang sendiri, pemain berusia 23 tahun ini menghadapi tantangan krusial untuk benar-benar mewujudkan potensi besarnya.

Setelah kepindahannya dari Borussia Dortmund ke pada Agustus 2025 dengan nilai transfer 4 juta Euro, Reyna berharap bisa mendapatkan menit bermain yang konsisten. Namun, musim 2025/2026 di Gladbach kembali diwarnai cedera dan minimnya waktu di lapangan. Hingga Februari 2026, ia hanya mencatatkan 466 menit bermain dari 13 penampilan di Bundesliga dan satu di DFB Pokal, bahkan sempat absen dalam empat pertandingan beruntun karena masalah otot.

Pesan Jelas dari Pelatih USMNT

Pelatih USMNT, , telah menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada Reyna mengenai apa yang harus ia lakukan untuk mengamankan tempat di skuad Piala Dunia. “Saya pikir Pochettino sangat jelas dengan mengatakan, ‘Anda harus bermain, tampil, dan jika Anda melakukan itu, maka Anda memiliki peluang bagus untuk kembali. Semua tergantung pada saya sekarang,'” ungkap Reyna.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya konsistensi dan kebugaran, dua aspek yang menjadi penghambat utama karier Reyna. Dalam lima tahun terakhir, ia telah menghadapi delapan cedera berbeda, termasuk masalah otot dan patah kaki, yang membuatnya absen dalam waktu yang signifikan.

Kebutuhan Akan Menit Bermain Konsisten

Tab Ramos, yang pertama kali membandingkan Reyna dengan Zidane, menekankan bahwa kunci bagi Reyna adalah mendapatkan waktu bermain yang berkelanjutan. “Faktanya, Gio perlu bergabung dengan tim di mana dia bisa bermain 60, 80, atau 100 pertandingan penuh 90 menit berturut-turut, dan kami belum melihat itu sama sekali,” kata Ramos. Ramos menambahkan bahwa dalam empat atau lima tahun terakhir, Reyna jarang mendapatkan menit bermain yang cukup.

Pengalaman pinjamannya ke Nottingham Forest pada Januari 2024 juga tidak berjalan sesuai rencana, di mana ia hanya bermain 231 menit dari sembilan penampilan di Liga Primer. Hal ini semakin memperkuat urgensi bagi Reyna untuk menemukan ritme permainan di Gladbach.

Optimisme Reyna dan Tantangan Menuju Piala Dunia 2026

Meskipun menghadapi rintangan, Reyna tetap optimis tentang peluangnya tampil di Piala Dunia 2026. “Saya yakin saya akan berada di sana. Itu salah satu alasan saya pindah [ke Gladbach]. Saya berkomunikasi terbuka dengan pelatih. Jika saya bermain bagus di Borussia, saya pasti akan kembali ke tim nasional,” ujarnya. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membawa kariernya ke level yang lebih tinggi.

Piala Dunia 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi USMNT karena mereka menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Turnamen ini akan dimulai pada 12 Juni 2026. Jendela FIFA pada bulan Maret, di mana USMNT akan menghadapi Belgia dan Portugal, akan menjadi kesempatan terakhir bagi Reyna untuk membuktikan diri kepada Pochettino sebelum pengumuman skuad final.

Kemampuan Reyna dalam visi bermain dan umpan di sepertiga akhir lapangan diakui sebagai pembeda yang membuatnya tetap dalam pertimbangan, meskipun minimnya menit bermain. Namun, untuk benar-benar mengukir namanya sebagai “Zidane berikutnya” dan menjadi pilar USMNT di Piala Dunia kandang, Reyna harus mengatasi masalah kebugaran dan membuktikan konsistensinya di lapangan. “Saya telah belajar banyak tentang tubuh saya. Itu berarti memperlakukan pekerjaan kebugaran sebagai dialog dengan pelatih atletik klub dan menemukan cara baru untuk mengatasi tekanan mental dari setiap kemunduran,” kata Reyna, menunjukkan tekadnya untuk bangkit.