Sydney FC berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan rival sengitnya, Brisbane Roar, dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan A-League Men musim 2025/2026 di Allianz Stadium, Sydney, pada Sabtu (21/2/2026). Gol tunggal dari pemain muda Tiago Quintal di menit ke-54 menjadi penentu kemenangan Sky Blues, sekaligus kembali memanaskan rivalitas yang telah membara sejak laga pramusim yang dihentikan.
Pertandingan ini menandai pertemuan pertama kedua tim di liga musim ini, namun ketegangan sudah terasa jauh sebelum peluit dibunyikan. Akar rivalitas yang mendalam ini berasal dari sebuah laga persahabatan pramusim yang digelar di Southport, Gold Coast, yang harus dihentikan oleh wasit Casey Reibolt sebelum waktu normal berakhir karena intensitas fisik yang berlebihan dan serangkaian insiden di lapangan.
Dalam laga pramusim yang ‘panas’ tersebut, beberapa insiden menonjol, termasuk perselisihan antara striker Sydney, Patrick Wood, dengan bek Roar, Dimitri Valkanis. Selain itu, terjadi pula ketegangan antara bek tengah Sydney, Alex Popovic, dan kiper Brisbane, Dean Bouzanis, yang berujung pada kartu merah untuk Bouzanis. Bouzanis sendiri menggambarkan insiden tersebut sebagai sebuah “tabrakan”.
Bek Sydney FC, Rhyan Grant, menegaskan bahwa timnya tidak melupakan insiden pramusim tersebut. “Semua orang telah melihat cara mereka bermain musim ini dan kami bermain melawan mereka dalam pertandingan persahabatan yang berakhir seperti yang Anda lihat banyak pertandingan mereka berakhir musim ini,” ujar Grant. Ia menambahkan, “Pasti ada sedikit perasaan di sana. Mereka memiliki cara bermain yang mereka inginkan dan itu cukup berapi-api dan agresif dan pujian untuk mereka, itu berjalan dengan baik dan berhasil di awal musim.” Grant juga secara lugas menyatakan, “Kami tidak memiliki ingatan pendek, kami ingat seperti apa pertandingan pramusim itu.”
Di sisi lain, kubu Brisbane Roar mencoba meredakan tensi. Kiper Dean Bouzanis, meskipun memprediksi pertandingan yang “panas”, menepis gagasan balas dendam dan lebih memilih untuk fokus pada perolehan poin demi mencapai babak final. Pelatih Roar, Michael Valkanis, yang kembali mendampingi tim setelah menjalani skorsing, juga menganggap laga pramusim tersebut “sedikit tidak signifikan” mengingat perubahan susunan pemain sejak saat itu. “Tidak ada gunanya melihat masa lalu untuk memainkan pertandingan sepak bola,” kata Valkanis, menekankan pentingnya fokus pada pertandingan saat ini. Winger Sydney, Joe Lolley, bahkan menyebut ketegangan pramusim telah “dilebih-lebihkan” dan komentarnya kepada striker Roar, Justin Vidic, hanyalah “lelucon”.
Terlepas dari upaya meredakan ketegangan, pertandingan di Allianz Stadium tetap berjalan dengan intensitas tinggi. Sydney FC, yang dilatih Ufuk Talay, berhasil mengakhiri rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan berkat gol Tiago Quintal. Pemain berusia 19 tahun itu menunjukkan kualitasnya dengan melewati tiga bek Roar sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper Dean Bouzanis. Quintal kini menjadi salah satu pencetak gol terbanyak klub musim ini, sejajar dengan pemain yang lebih berpengalaman seperti Victor Campuzano, Joe Lolley, dan Al Hassan Toure.
Kemenangan ini membawa Sydney FC naik ke posisi ketiga klasemen sementara A-League Men, hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen Newcastle. Sementara itu, Brisbane Roar masih tertahan di posisi kedelapan dan sedang dalam performa yang kurang memuaskan, hanya meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir di bawah asuhan Michael Valkanis.
Secara historis, rivalitas kedua tim memang sangat seimbang. Dari 46 pertemuan A-League Men sebelumnya, Sydney FC dan Brisbane Roar sama-sama mengoleksi 17 kemenangan, dengan 12 pertandingan berakhir imbang. Hasil hari ini menambah satu kemenangan untuk Sydney FC, namun tidak mengurangi bara api persaingan yang dipastikan akan terus menyala di setiap pertemuan mereka.