Golden State Warriors berhasil mengamankan kemenangan penting atas Chicago Bulls dengan skor tipis 118-114 dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Chase Center, San Francisco, pada Selasa malam, 10 Maret 2026. Laga ini menjadi sorotan dengan penampilan gemilang dari Stephen Curry yang memimpin Warriors meraih kemenangan di kandang.
Sejak awal pertandingan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Warriors, yang dikenal dengan gaya bermain cepat dan tembakan tiga angka, berusaha mendominasi. Sementara itu, Bulls, yang mengandalkan permainan di area dalam dan efisiensi DeMar DeRozan, memberikan perlawanan ketat.
Stephen Curry menjadi bintang utama bagi Warriors, mencetak 38 poin, 8 assist, dan 6 rebound. Beberapa tembakan krusialnya di kuarter keempat berhasil menjaga momentum tim tuan rumah. Rekor karier Curry melawan Bulls menunjukkan rata-rata 23,0 poin, 5,7 assist, dan 5,0 rebound dalam 29 pertandingan, dengan catatan 20 kemenangan dan 9 kekalahan di musim reguler dan playoff.
Jimmy Butler, yang bergabung dengan Warriors pada Februari 2025, juga memberikan kontribusi signifikan dengan 20 poin dan beberapa aksi pertahanan kunci yang menghentikan laju serangan Bulls di momen-momen genting. Kehadiran Butler diharapkan memperkuat mode ‘menang sekarang’ Warriors di musim 2025-2026.
Dari kubu Chicago Bulls, DeMar DeRozan tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan 32 poin dan 5 assist. DeRozan secara konsisten menjadi ancaman bagi pertahanan Warriors, dengan rata-rata 22,4 poin, 4,6 assist, dan 3,7 rebound dalam 34 pertandingan kariernya melawan Warriors. Coby White juga menunjukkan performa impresif dengan 25 poin, menambah daya gedor Bulls.
Pertandingan ini diwarnai dengan pertukaran poin yang ketat, terutama di kuarter keempat. Warriors berhasil unggul tipis berkat tembakan tiga angka Curry di menit-menit akhir dan pertahanan yang solid. Kemenangan ini memperkuat posisi Golden State Warriors di Wilayah Barat, sejalan dengan prediksi bahwa mereka akan menjadi tim playoff dan berpotensi meraih 50 kemenangan di musim ini.
Di sisi lain, Chicago Bulls terus berjuang di Wilayah Timur. Meskipun menunjukkan perlawanan yang gigih, mereka belum mampu mengatasi tantangan di momen krusial. Bulls diproyeksikan akan melewatkan Turnamen Play-In untuk pertama kalinya dalam tiga musim, dengan perkiraan total 32,5 kemenangan untuk musim 2025-2026.
“Kami tahu Bulls akan memberikan perlawanan sengit. Kemenangan ini menunjukkan karakter tim kami, terutama di momen krusial,” ujar Stephen Curry setelah pertandingan.
Pelatih Warriors, Steve Kerr, menambahkan, “Setiap kemenangan di fase ini sangat berarti. Kami harus terus membangun momentum.”
Sementara itu, DeMar DeRozan dari Bulls menyatakan, “Kami sudah berjuang keras, tapi beberapa keputusan di akhir pertandingan tidak berpihak pada kami. Kami akan belajar dari ini.”
Secara historis, Warriors memiliki rekor 28 kemenangan berbanding 15 kekalahan melawan Bulls sejak tahun 2004, meskipun rekor pertemuan sepanjang masa di musim reguler cukup berimbang dengan 86 kemenangan untuk Bulls dan 83 untuk Warriors. Pertandingan ini menjadi bukti lain dari rivalitas sengit antara kedua tim di NBA.