Gran Abuelo, Pohon Alerce Berusia 5.000 Tahun di Chile, Berpotensi Jadi Organisme Tertua Bumi

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Di jantung Taman Nasional Alerce Costero, wilayah Los Ríos, , berdiri tegak sebuah mahakarya alam yang dijuluki , atau . Pohon dari spesies ini kini menjadi sorotan dunia setelah penelitian terbaru mengindikasikan usianya bisa mencapai lebih dari 5.000 tahun, menjadikannya kandidat kuat sebagai pohon individu tertua yang masih hidup di planet ini.

Penemuan ini menantang rekor yang sebelumnya dipegang oleh pohon Methuselah, pinus bristlecone di California, Amerika Serikat, yang diperkirakan berusia sekitar 4.853 tahun. Gran Abuelo, yang berarti ‘Kakek Buyut’ dalam bahasa Spanyol, memang layak menyandang nama tersebut mengingat rentang hidupnya yang luar biasa panjang, menyaksikan ribuan tahun sejarah bumi.

Metode Penentuan Usia yang Inovatif

Estimasi usia Gran Abuelo dilakukan oleh Jonathan Barichivich, seorang ilmuwan lingkungan asal Chile yang memiliki ikatan keluarga dengan penjaga taman yang pertama kali menemukan pohon ini pada tahun 1972. Barichivich dan timnya menggunakan kombinasi model pertumbuhan dan pengambilan sampel inti parsial pada tahun 2022. Berbeda dengan metode dendrokronologi tradisional yang memerlukan pengambilan sampel inti penuh hingga ke tengah batang, tim Barichivich hanya mengambil sampel kecil untuk menghindari kerusakan permanen pada pohon.

Metode ini, meskipun inovatif, memicu perdebatan di kalangan komunitas ilmiah. Beberapa dendrokronolog berpendapat bahwa tanpa sampel inti penuh, estimasi usia tidak dapat dikonfirmasi secara definitif. Namun, Barichivich meyakini bahwa model statistik mereka, yang memperhitungkan faktor-faktor seperti kondisi lingkungan dan laju pertumbuhan, memberikan perkiraan yang sangat akurat.

Saksi Bisu Perubahan Iklim dan Tantangan Konservasi

Selain menjadi keajaiban botani, Gran Abuelo juga merupakan arsip hidup yang tak ternilai harganya. Cincin pertumbuhannya menyimpan data penting mengenai perubahan iklim, kondisi lingkungan masa lalu, dan peristiwa ekologis selama ribuan tahun. Studi terhadap pohon purba seperti ini dapat memberikan wawasan krusial bagi para ilmuwan untuk memahami dampak perubahan iklim global saat ini.

Namun, keberadaan Gran Abuelo tidak lepas dari ancaman. Perubahan iklim global, dengan pola cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, menjadi salah satu kekhawatiran utama. Selain itu, meskipun dilindungi di dalam taman nasional, dampak pariwisata juga menjadi tantangan. Jejak kaki pengunjung di sekitar sistem akarnya yang dangkal dapat menyebabkan pemadatan tanah dan kerusakan.

Pemerintah Chile dan otoritas taman nasional telah berupaya keras untuk melindungi Gran Abuelo. Pembatasan akses pengunjung dan pembangunan infrastruktur pelindung di sekitar pohon adalah beberapa langkah yang diambil untuk meminimalkan dampak manusia. Upaya konservasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa ‘Kakek Buyut’ ini dapat terus berdiri tegak, menjadi saksi bisu perjalanan waktu, dan sumber inspirasi bagi generasi mendatang.