ASUNCION – Club Guaraní dari Paraguay telah melakoni salah satu pertandingan paling krusial musim ini, yakni leg kedua Fase 2 Kualifikasi Copa Libertadores 2026 melawan Atlético Juventud de Las Piedras dari Uruguay. Laga penentuan ini, yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, di Estadio Defensores del Chaco, Asunción, akan menentukan apakah El Cacique dapat melanjutkan kiprahnya di kompetisi internasional CONMEBOL semester ini.
Guaraní, yang lolos ke turnamen sebagai ‘Paraguay 3’ berdasarkan performa mereka di Liga Paraguaya 2025, memulai perjalanan kualifikasi Copa Libertadores 2026 dengan ambisi besar. Pertandingan leg pertama melawan Juventud LP pada 19 Februari 2026 berakhir imbang tanpa gol (0-0) di kandang lawan, Uruguay, membuat leg kedua di Paraguay menjadi penentu mutlak.
Tantangan dari Tim Debutan Uruguay
Atlético Juventud de Las Piedras bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Klub asal Uruguay ini merupakan salah satu dari lima tim debutan di edisi Copa Libertadores tahun ini, namun telah menunjukkan performa heroik. Mereka berhasil menyingkirkan Universidad Católica dari Ekuador di babak sebelumnya, dengan kemenangan dramatis 4-3 melalui adu penalti setelah agregat 4-3 (kalah 0-1 di kandang, menang 4-3 tandang). Penjaga gawang mereka, Sebastián Sosa, menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua tendangan penalti dalam adu tos-tosan tersebut.
Bagi Guaraní, hasil imbang 0-0 di leg pertama berarti mereka harus meraih kemenangan di kandang untuk melaju ke Fase 3. Jika pertandingan berakhir imbang dengan gol, Juventud LP akan unggul agresivitas gol tandang. Kemenangan akan membawa Guaraní selangkah lebih dekat ke babak grup Copa Libertadores, sementara kekalahan akan mengakhiri impian mereka di turnamen utama.
Implikasi Laga Penentu
Taruhannya sangat tinggi. Tim yang berhasil memenangkan Fase 2 akan melaju ke Fase 3 Kualifikasi Copa Libertadores. Namun, bagi tim yang tersingkir di Fase 3, pintu ke kompetisi internasional belum sepenuhnya tertutup, karena mereka akan otomatis dialihkan ke babak grup Copa Sudamericana 2026. Ini berarti, bagi Guaraní, setidaknya ada jaring pengaman untuk tetap berkompetisi di kancah CONMEBOL jika mereka gagal di Libertadores.
Di bawah asuhan pelatih Víctor Bernay, Guaraní telah menunjukkan performa yang beragam di kompetisi domestik Liga Paraguaya. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka mencatat kemenangan 3-1 atas CS San Lorenzo (13 Februari 2026) dan 4-0 atas Club Rubio Ñu (2 Februari 2026). Namun, mereka juga menelan kekalahan 3-2 dari Sportivo Luqueño (23 Februari 2026) dan bermain imbang 3-3 dengan Libertad (8 Februari 2026). Konsistensi akan menjadi kunci bagi El Cacique untuk menghadapi tekanan di panggung kontinental.
Dengan hasil leg kedua yang masih dinanti, seluruh mata penggemar sepak bola Paraguay tertuju pada nasib Guaraní. Pertandingan ini bukan hanya tentang melaju ke babak selanjutnya, tetapi juga tentang menjaga reputasi klub di kancah sepak bola Amerika Selatan.