Menjelang pertandingan penting di Liga Primer Inggris pada Minggu, 1 Maret 2026, antara Manchester City dan Leeds United, sorotan kembali tertuju pada isu penghormatan terhadap pemain Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara tegas mengutarakan pentingnya menghargai tradisi keagamaan para pemainnya, sebuah pernyataan yang menggaungkan kembali insiden serupa yang terjadi pada Mei 2023 lalu.
Pada Mei 2023, dalam laga yang juga mempertemukan kedua tim di Elland Road, markas Leeds United, jeda pertandingan sempat dilakukan untuk memungkinkan beberapa pemain Manchester City yang berpuasa berbuka. Momen tersebut, yang seharusnya menjadi tanda toleransi, justru disambut dengan siulan dan cemoohan dari sebagian suporter tuan rumah. Insiden itu memicu reaksi keras dari Guardiola. “Ini dunia modern, kan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini,” ujar Guardiola saat itu, menyerukan, “Anda harus menghormati kepercayaan dan menghormati keragaman, itulah intinya.”
Kini, di tengah bulan suci Ramadan 2026, Manchester City kembali akan bertandang ke Elland Road. Menanggapi potensi situasi serupa, Guardiola menegaskan kembali pendiriannya. Ia menyatakan bahwa puasa yang dijalankan oleh beberapa pemain Muslimnya, seperti Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, Omar Marmoush, dan Abdukodir Khusanov, tidak akan memengaruhi performa maupun keputusannya dalam menentukan susunan pemain.
“Mereka mengikuti tradisi keagamaan ini dan tentu saja kami memiliki ahli gizi yang baik dan mereka beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan tim,” jelas Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa para pemainnya sudah terbiasa dengan kondisi ini. “Saya pikir mereka sudah terbiasa, mereka tidak muda lagi, mereka sudah terbiasa bermain selama bertahun-tahun dalam periode ini,” imbuhnya.
Liga Primer Inggris sendiri telah memiliki protokol yang mengizinkan jeda alami dalam pertandingan untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa, sebuah praktik yang telah diterapkan sejak tahun 2021. Saat jeda terjadi, papan skor di stadion biasanya akan menampilkan penjelasan mengenai alasan penghentian sementara pertandingan. Pada insiden 2023, asisten pelatih Leeds, Eddie Riemer, juga sempat menyatakan kekecewaannya jika memang terjadi cemoohan dari suporter.
Pertandingan antara Manchester City dan Leeds United kali ini bukan hanya pertarungan di lapangan hijau, melainkan juga pengingat akan pentingnya sportivitas dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan dalam dunia olahraga.