Gus Ipul Serukan “Jihad Data Akurat” untuk Pembaruan DTSEN di Sidoarjo

Author Image

Irfan

6 Februari 2026

Foto: Kemensos
Foto: Kemensos

Sidoarjo, Jawa Timur – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyerukan pentingnya pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara akurat. Ia mengajak seluruh camat, kepala desa, dan pilar sosial di Kabupaten Sidoarjo untuk bersama-sama melakukan “jihad” demi menghasilkan data yang presisi.

Ajak Jajaran untuk Gandeng Tangan

Dalam acara Sosialisasi DTSEN di Sidoarjo pada Jumat (6/2/2026), Gus Ipul menekankan bahwa data yang akurat sangat strategis dan krusial, sejalan dengan arahan Presiden. “Saya mengajak Pak Bupati, camat dan kepala desa serta pendamping sosial di Kabupaten Sidoarjo untuk gandeng tangan menghadirkan data yang akurat. Istilah saya itu jihad untuk menghadirkan data yang akurat. Karena data ini sangat strategis dan penting sebagaimana arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul.

Acara yang dihadiri Bupati Sidoarjo Subandi ini diawali dengan penampilan Tari Remo oleh Desinta Najwa dan Risadewi Otiva, dilanjutkan pidato berbahasa Inggris oleh Rendra Ikwal Putra dan pidato berbahasa Arab oleh Adinda Della dari SRMA 21 Surabaya. Semarak acara semakin terasa dengan penampilan paduan suara pilar sosial Sidoarjo, paduan suara siswa SRMA 21 Surabaya, serta pembacaan puisi oleh Airin.

Peran Strategis Operator Desa

Gus Ipul mengakui masih adanya ketidaktepatan data di lapangan yang perlu segera dibenahi. “Pemutakhiran data merupakan pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan secara bersama dan konsisten agar kualitas DTSEN terus membaik seiring waktu,” jelasnya. Ia mengapresiasi upaya Pemda Sidoarjo dalam pemutakhiran data berkelanjutan yang hasilnya diserahkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk diverifikasi.

Ia menjelaskan bahwa pemutakhiran DTSEN dapat dilakukan melalui RT dan RW yang dimusyawarahkan di tingkat desa, lalu diinput oleh operator desa. Oleh karena itu, Gus Ipul mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan memadai bagi operator desa. “Kita ingin Pak Bupati ya, operator desa ini mendapatkan pelatihan-pelatihan yang cukup. Karena mereka menjadi salah satu yang penting untuk menghadirkan data yang akurat. Ujung tombaknya, disamping RT/RW, operator desa ini penting,” tuturnya.

Sebagai contoh, Gus Ipul memaparkan keberhasilan perbaikan data digitalisasi bansos di Banyuwangi. Tingkat kesalahan data yang semula 77 persen berhasil ditekan menjadi 28 persen setelah perbaikan melalui DTSEN. “Nanti dengan kerja keras lagi dan digitalisasi bansos secara bertahap nanti errornya bisa dibawah 10 atau dibawah 5 persen,” harap Gus Ipul.

Dukungan Penuh Pemkab Sidoarjo

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pemutakhiran DTSEN. “Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan siap mendukung penuh kebijakan dan arahan Pak Menteri Sosial,” kata Subandi. Ia memastikan Pemda Sidoarjo akan memperkuat kapasitas SDM, mempercepat integrasi data, serta mengawal implementasi DTSEN di lapangan.

“Sehingga (dengan langkah tersebut) DTSEN benar-benar menjadi alat untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi kerentanan sosial,” tutup Subandi.

Tentang DTSEN

DTSEN merupakan basis data yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi setiap individu dan keluarga di Indonesia. Data ini dipadukan dengan data kependudukan dan diperbarui berkala untuk menjaga ketepatan sasaran kebijakan. DTSEN dibentuk dari penggabungan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Hingga Januari 2026, DTSEN memuat 289.060.513 data individu yang dikelompokkan dalam 10 desil kesejahteraan. Klasifikasi ini membantu pemerintah menetapkan prioritas bantuan sosial agar tepat sasaran dan mendorong kemandirian masyarakat.

Pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur formal (koordinasi RT/RW, operator desa, musyawarah desa) dan jalur partisipatif (aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, Command Center 021-171, WhatsApp 08877-171-171). Seluruh usulan akan diverifikasi BPS untuk diperbarui setiap tiga bulan.