Platform layanan kesehatan digital Halodoc mengungkapkan adanya lonjakan signifikan pada berbagai keluhan kesehatan di minggu pertama bulan Ramadan 2026. Peningkatan ini, yang tercatat dalam laporan Indonesia Health Insights Report Q1 2026, disebabkan oleh fase adaptasi tubuh terhadap perubahan pola makan, jam tidur, dan asupan cairan yang mendadak.
Gangguan pencernaan, khususnya maag dan GERD, menjadi keluhan yang paling banyak dikonsultasikan. Data Halodoc menunjukkan adanya peningkatan konsultasi sebesar 21% untuk masalah pencernaan dibandingkan rata-rata mingguan sebelum puasa. Lonjakan tertinggi bahkan mencapai 150% pada pukul 00.00 hingga 05.59 WIB, bertepatan dengan waktu sahur. Pola keluhan ini secara konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir, menandakan bahwa periode awal puasa merupakan fase adaptasi terberat bagi tubuh.
Selain masalah pencernaan, vertigo atau pusing berputar juga mengalami peningkatan tajam. Konsultasi terkait vertigo melonjak hingga 100% pada minggu pertama Ramadan dibandingkan rata-rata mingguan sebelum periode puasa tahun 2025. Halodoc mencatat, 68% pengguna yang berkonsultasi mengenai gangguan pencernaan juga melaporkan mengalami vertigo secara bersamaan. Analisis Halodoc mengidentifikasi bahwa vertigo selama Ramadan banyak dipicu oleh perubahan pola tidur, kelelahan, serta dehidrasi.
Keluhan kesehatan lain yang kerap luput dari perhatian publik juga menunjukkan peningkatan. Konsultasi terkait gangguan menstruasi meningkat rata-rata 44% pada minggu pertama puasa dibandingkan periode sebelum Ramadan 2025. Perempuan banyak melaporkan keluhan seperti telat haid, haid tertunda selama puasa, flek di luar jadwal, hingga nyeri haid yang terasa lebih berat. Sementara itu, keluhan jerawat dan masalah kulit lainnya mengalami kenaikan sebesar 22%. Perubahan pola tidur, konsumsi makanan manis saat berbuka, dan stres disebut sebagai pemicu peradangan kulit.
Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, menjelaskan bahwa Ramadan merupakan periode perubahan gaya hidup paling signifikan bagi mayoritas masyarakat Indonesia. “Melalui Indonesia Health Insights, Halodoc ingin menghadirkan rujukan berbasis data dan pandangan medis agar masyarakat lebih siap mengantisipasi gangguan kesehatan di fase krusial ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, menekankan bahwa fase awal Ramadan adalah periode adaptasi biologis yang sangat penting. “Di awal puasa, tubuh masih beradaptasi. Perubahan jam makan, kurang tidur, dan hidrasi yang belum optimal membuat lambung lebih sensitif, sehingga keluhan seperti maag, GERD, dan vertigo sering muncul bersamaan,” jelas dr. Irwan. Ia menambahkan, “Perubahan rutinitas seperti jam makan dan tidur selama Ramadan mempengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.”
Untuk mengantisipasi tantangan kesehatan ini, Halodoc merekomendasikan beberapa tips. Masyarakat dianjurkan menerapkan pola minum bertahap 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur) untuk menjaga hidrasi. Peningkatan konsumsi serat dan buah, pembatasan makanan tinggi gula dan minuman bersoda, serta aktivitas fisik ringan juga disarankan. Selain itu, memastikan waktu tidur yang cukup dan mengelola stres menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan kulit.
Sebelum memasuki Ramadan, Halodoc juga mencatat adanya pola antisipasi kesehatan dari masyarakat. Pada pekan terakhir sebelum puasa, terjadi peningkatan pembelian produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc, meliputi vitamin dan suplemen (30%), obat pencernaan (15%), produk kesehatan mulut dan tenggorokan (16%), serta produk kesehatan dan kecantikan kulit (19%). Halodoc juga memperkenalkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) berbasis AI untuk memberikan informasi kesehatan dasar dan arahan awal.