Halodoc Ungkap Lonjakan Keluhan Kesehatan di Awal Ramadan 2026

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

halodoc, ramadan 2026, gangguan pencernaan, vertigo, gangguan menstruasi

Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, platform layanan kesehatan digital mencatat adanya lonjakan signifikan pada sejumlah keluhan kesehatan. Fenomena ini, yang disebut sebagai ‘Health Adjustment Gap’, terjadi akibat tubuh yang masih beradaptasi dengan perubahan pola makan, tidur, dan asupan cairan secara mendadak.

Gangguan Pencernaan dan Vertigo Mendominasi

Berdasarkan laporan Indonesia Health Insights Report 2026 Q1 yang dirilis Halodoc, seperti maag dan GERD menjadi keluhan paling dominan yang dikonsultasikan pengguna. Tercatat, konsultasi terkait masalah pencernaan meningkat 21 persen dibandingkan rata-rata mingguan sebelum Ramadan. Puncak keluhan ini secara konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan, dengan lonjakan tertinggi bahkan mencapai 150 persen pada rentang waktu 00.00 hingga 05.59 WIB, bertepatan dengan waktu sahur.

Selain gangguan pencernaan, keluhan pusing berputar atau juga mengalami peningkatan. Data Halodoc menunjukkan bahwa 68 persen pengguna yang berkonsultasi mengenai masalah pencernaan juga melaporkan mengalami vertigo secara bersamaan. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa vertigo selama Ramadan banyak dipicu oleh perubahan pola tidur, kelelahan, serta dehidrasi saat tubuh menyesuaikan ritme biologis yang baru.

Keluhan Menstruasi dan Jerawat Turut Melonjak

Menariknya, laporan Halodoc juga menyoroti keluhan kesehatan yang kerap luput dari perhatian publik. Pada minggu pertama puasa, konsultasi terkait meningkat rata-rata 44 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan 2025. Keluhan yang dilaporkan meliputi telat haid, haid tertunda selama puasa, flek di luar jadwal, hingga nyeri haid yang terasa lebih berat. Sementara itu, keluhan jerawat dan masalah kulit juga mengalami kenaikan sebesar 22 persen. Masalah kulit yang muncul mencakup jerawat meradang, bruntusan, komedo, hingga rasa gatal dan kemerahan.

Pentingnya Adaptasi dan Persiapan Komprehensif

Dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, menjelaskan bahwa fase awal Ramadan merupakan periode adaptasi biologis yang krusial bagi tubuh. “Perubahan rutinitas seperti jam makan dan tidur selama Ramadan mempengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh,” ungkap dr. Irwan. Ia menambahkan, penghentian asupan kafein secara mendadak bagi sebagian orang juga dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi dan sakit kepala. Oleh karena itu, persiapan tubuh secara menyeluruh sangat penting, tidak hanya berfokus pada kesehatan pencernaan saja.

Sebelum Ramadan, Halodoc mencatat adanya pola antisipasi kesehatan dari masyarakat, terlihat dari peningkatan pembelian produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc. Peningkatan terjadi pada kategori vitamin dan suplemen (30%), obat pencernaan (15%), produk kesehatan mulut dan tenggorokan (16%), serta produk kesehatan dan kecantikan kulit (19%).

Tips Menjaga Kesehatan Selama Ramadan

Untuk meminimalisir keluhan kesehatan di awal puasa, para ahli menyarankan beberapa langkah. Penting untuk menjaga hidrasi tubuh dengan menerapkan pola minum 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur). Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat kompleks dan serat saat sahur, serta hindari makanan tinggi gula, pedas, berminyak, dan berkafein. Selain itu, pastikan tidur yang cukup sekitar 6-8 jam per hari dan lakukan aktivitas fisik ringan. Pengelolaan stres juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.