Sporting Charleroi bersiap menghadapi tantangan berat di kandang sendiri akhir pekan ini saat menjamu Club Brugge dalam lanjutan Jupiler Pro League Belgia. Pertandingan ini menjadi krusial bagi ambisi Charleroi untuk menembus posisi enam besar klasemen, sebuah target yang terus diyakini oleh pelatih kepala mereka, Hans Cornelis.
Hans Cornelis, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala penuh Charleroi pada 6 Januari 2026 setelah sebelumnya menjabat manajer sementara sejak 10 Desember 2025, menegaskan bahwa keyakinan adalah kunci. Meskipun performa timnya belakangan ini menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan, Cornelis tetap optimistis akan adanya perubahan positif.
“Kami harus tetap percaya diri,” ujar Cornelis, mengutip pernyataan yang ia sampaikan menjelang laga penting ini. Ia menambahkan, “Setiap orang harus seratus persen dan juga harus sedikit beruntung jika ingin mengalahkan Club.”
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Cornelis. Pria berusia 43 tahun ini memiliki ikatan emosional dengan Club Brugge, klub tempat ia menimba ilmu di akademi (1994-2000) dan memulai karier profesionalnya sebagai pemain (2000-2005). Bersama Club Brugge, ia pernah merasakan manisnya gelar juara dan tampil di Liga Champions di bawah asuhan Trond Sollied.
Secara historis, rekor pertemuan kedua tim memang didominasi oleh Club Brugge. Dari 59 pertandingan, Club Brugge memenangkan 37 laga, sementara Charleroi hanya meraih 6 kemenangan, dengan 16 laga berakhir imbang. Namun, Charleroi memiliki memori manis baru-baru ini. Pada Januari 2026, mereka berhasil menyingkirkan Club Brugge di ajang Piala Belgia (Croky Cup). Kemenangan tersebut menjadi bagian dari rentetan empat kemenangan beruntun Charleroi di bulan Januari, yang mengantarkan Hans Cornelis meraih penghargaan sebagai ‘Pelatih Terbaik Bulan Januari’ dari Pro League.
Cornelis mengungkapkan kunci sukses mereka saat itu adalah intensitas tinggi, tekanan agresif di momen yang tepat, dan penguasaan bola yang efektif. Ia juga mengakui kualitas lawan, menyebut Club Brugge sebagai “tim yang sangat bagus,” terutama setelah melihat penampilan mereka di kandang melawan Atlético Madrid di Liga Champions.
Saat ini, persaingan di Jupiler Pro League musim 2025/2026 semakin ketat. Hingga pekan ke-26, Charleroi berada di posisi ke-10 dengan 33 poin. Mereka terpaut tiga poin dari Gent yang menempati posisi keenam dengan 36 poin, batas akhir zona Play-off I atau kualifikasi Liga Konferensi Eropa. Sementara itu, Club Brugge kokoh di peringkat ketiga dengan 53 poin. Pertandingan di Stade du Pays de Charleroi ini akan menjadi penentu apakah Les Zèbres, julukan Charleroi, mampu menjaga asa mereka untuk finis di enam besar.