Harga emas di Pegadaian kembali menunjukkan tren penguatan signifikan pada Senin, 2 Maret 2026, dengan produk Galeri 24 dan UBS kompak melonjak di atas level Rp3,1 juta per gram. Kenaikan ini sejalan dengan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan tingginya permintaan akan aset lindung nilai.
Berdasarkan data terbaru dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri 24 untuk ukuran 1 gram tercatat mencapai Rp3.130.000, mengalami kenaikan sebesar Rp38.000 dari perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp3.092.000. Sementara itu, emas produksi UBS ukuran 1 gram dibanderol seharga Rp3.167.000, naik Rp44.000 dari posisi Rp3.123.000. Untuk emas Antam, Pegadaian menjualnya seharga Rp3.332.000 per gram pada hari yang sama.
Tidak hanya pecahan 1 gram, harga emas dengan berat lain juga mengalami penyesuaian. Emas Galeri 24 pecahan 0,5 gram dijual Rp1.642.000, sedangkan UBS 0,5 gram mencapai Rp1.712.000. Untuk ukuran yang lebih besar, Galeri 24 10 gram dipatok Rp30.613.000 dan UBS 10 gram seharga Rp30.897.000.
Penguatan harga emas di pasar domestik ini tidak terlepas dari pergerakan harga emas di kancah global. Pada 27 Februari 2026, harga emas dunia tercatat US$5.278,01 per troy ounce, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.608,35 pada Januari 2026. Konflik yang memanas antara Iran dan Israel, yang turut menyeret Amerika Serikat, menjadi pemicu utama lonjakan harga ini.
Analis komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan bahwa jika eskalasi konflik terus berlanjut, harga emas dunia berpeluang menembus level psikologis US$6.000 per troy ounce pada Maret 2026. “Ada indikasi, jika perang masih terus berkecamuk, kemungkinan besar level 6.000 dollar AS per troy ons akan tercapai di bulan Maret ini,” ujar Ibrahim dalam keterangan pers, Minggu (1/3/2026). Ia juga memperkirakan harga emas dunia akan bergerak di kisaran US$5.365-US$5.500 per troy ounce dalam waktu dekat, dengan potensi penutupan mingguan di level US$5.500 per troy ounce.
Dampak dari kenaikan harga emas global ini diperkirakan akan terasa kuat di pasar domestik. Ibrahim Assuaibi memprediksi harga logam mulia di Indonesia dapat mencapai Rp3.400.000 per gram. Selain ketegangan geopolitik, faktor lain seperti pelemahan dolar AS, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, serta permintaan yang kuat dari bank sentral global juga turut mendorong prospek bullish emas.
Bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi emas, Pegadaian menawarkan berbagai produk seperti Tabungan Emas, pembelian emas batangan secara tunai atau cicilan, serta layanan gadai emas. Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan nasabah untuk berinvestasi mulai dari porsi kecil, yakni 0,01 gram, dan dapat memantau saldo secara real-time melalui aplikasi Pegadaian Digital. Bahkan, emas fisik bermerek Galeri 24, Antam, UBS, atau Lotus Archi dengan berat minimal 0,5 gram dapat dikonversi menjadi saldo Tabungan Emas.