Harga emas global dan domestik menunjukkan lonjakan signifikan pada Senin, 2 Maret 2026, seiring dengan memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendorong investor untuk memburu logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Di pasar domestik, harga emas di Pegadaian untuk produk Galeri 24 dan UBS terpantau mengalami kenaikan. Emas Galeri 24 ukuran 1 gram naik Rp38.000 menjadi Rp3.130.000, sementara emas UBS dengan ukuran yang sama melonjak Rp44.000 menjadi Rp3.167.000. Kenaikan juga terjadi pada pecahan 0,5 gram, di mana Galeri 24 naik Rp20.000 menjadi Rp1.642.000 dan UBS naik Rp24.000 menjadi Rp1.712.000.
Berbeda dengan Pegadaian, harga emas Antam pada hari ini tetap bertahan di level Rp3.085.000 per gram, tidak berubah dari penutupan akhir pekan lalu. Meskipun demikian, harga emas Antam sempat mengalami kenaikan sebesar Rp40.000 pada akhir pekan lalu, kembali menembus angka di atas Rp3 juta per gram. Sementara itu, harga emas perhiasan 24 karat dengan kemurnian 99,9 persen di toko Raja Emas mencapai Rp2.715.000 per gram, menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.
Eskalasi Konflik Dorong Harga Emas Dunia
Lonjakan harga emas dunia dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan rudal. Situasi ini diperparah dengan laporan mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang semakin memicu ketidakpastian terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Pada perdagangan Senin pagi, harga emas di pasar spot global naik 1,35 persen, mencapai US$5.348,49 per ons pada pukul 06.16 WIB. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat juga melonjak tajam sebesar 2,2 persen, menyentuh angka US$5.362,30 per ons. Emas dunia bahkan sempat naik lebih dari 1 persen menjadi di atas US$5.370 per ons, mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Proyeksi Analis: Emas Berpotensi Tembus Rekor Baru
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa jika konflik di Timur Tengah terus berkecamuk, harga emas dunia berpeluang menembus level psikologis US$6.000 per troy ons pada Maret ini. Dalam waktu dekat, ia memperkirakan harga emas dunia akan bergerak di kisaran US$5.365-US$5.500 per troy ons, dengan peluang penutupan mingguan di level US$5.500.
Ibrahim juga memprediksi adanya ‘gap up’ pada perdagangan pagi, yang berpotensi melompat ke US$5.440 per troy ounce, bahkan US$5.500 dalam hitungan jam. Untuk harga logam mulia di dalam negeri, ia memperkirakan dapat mencapai Rp3.400.000 per gram. “Kemungkinan besar pada hari Senin ini, harga logam mulia Antam mencapai level resisten pertama di Rp3.150.000 per gram,” tutur Ibrahim.
Apabila skenario penguatan ini terjadi, harga Rp3,4 juta per gram akan menjadi rekor tertinggi baru untuk emas Antam, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026. Selain ketegangan geopolitik, kenaikan harga emas dunia juga didukung oleh pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi yang membandel, dan kebijakan perdagangan agresif Amerika Serikat.