Harga Karbon Korea Selatan Sentuh Rekor Baru, Didorong Target Dekarbonisasi Ambisius

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

korea selatan, harga karbon, k-ets, emisi karbon, dekarbonisasi

Harga izin di , yang diperdagangkan di bawah skema Korea Emissions Trading Scheme (), telah melonjak ke level rekor tertinggi baru pada awal tahun 2026. Kenaikan ini melampaui puncak sebelumnya yang tercatat pada April 2023, dengan harga unit alokasi karbon (KAU) di Korea Exchange (KRX) sempat menyentuh sekitar 40.000 Won Korea pada akhir 2025.

Lonjakan harga ini mencerminkan semakin ketatnya keseimbangan antara permintaan dan pasokan di pasar karbon Negeri Ginseng. Sejumlah faktor fundamental menjadi pendorong utama di balik tren kenaikan ini, termasuk pemulihan aktivitas industri pasca-pandemi dan dorongan kuat pemerintah untuk mencapai target yang ambisius.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Peningkatan aktivitas industri sepanjang tahun 2025, terutama di sektor-sektor kunci seperti petrokimia dan baja yang menunjukkan kinerja ekspor yang kuat, telah menyebabkan peningkatan emisi. Hal ini secara langsung meningkatkan permintaan akan izin emisi karbon. Selain itu, kenaikan harga energi seperti gas alam dan batu bara pada akhir 2024 dan 2025 juga mendorong beberapa industri untuk meningkatkan emisi, yang pada gilirannya memicu kebutuhan akan lebih banyak KAU.

Dari sisi pasokan, pemerintah Korea Selatan secara konsisten mengurangi total batas emisi yang diizinkan, menciptakan ekspektasi pasokan yang lebih ketat di pasar. Analis dari Refinitiv (kini LSEG) mengemukakan bahwa, “investor semakin memperhitungkan kelangkaan tunjangan jangka panjang.” Pernyataan ini menggarisbawahi sentimen pasar yang meyakini bahwa izin emisi akan semakin sulit didapatkan di masa mendatang.

Kebijakan Dekarbonisasi dan Prospek K-ETS

Komitmen pemerintah Korea Selatan terhadap target kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC) untuk tahun 2030, serta visi netralitas karbon pada tahun 2050, menjadi pendorong utama di balik permintaan yang kuat di pasar karbon. Target-target ini menuntut perusahaan untuk mengurangi jejak karbon mereka secara signifikan, atau membeli izin emisi untuk menutupi kelebihan emisi.

Lebih lanjut, penyesuaian yang diantisipasi dalam fase berikutnya dari K-ETS (sering disebut sebagai Fase 3.5 atau 4.0) diperkirakan akan semakin memperketat pasokan. Perubahan ini kemungkinan akan mencakup pembatasan alokasi izin gratis dan peningkatan volume lelang, yang sinyal kebijakannya sudah mulai memengaruhi harga pasar. Langkah-langkah ini menunjukkan tekad pemerintah untuk menggunakan mekanisme pasar sebagai alat efektif dalam mencapai tujuan iklimnya.