Drama pemilihan presiden Barcelona kembali memanas dengan menyeret nama besar bintang sepak bola, Harry Kane. Salah satu kandidat, Xavier Vilajoana, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk memboyong kapten timnas Inggris itu ke Camp Nou jika terpilih. Namun, klaim tersebut langsung ditepis oleh Kane dan tim agennya, yang menimbulkan pertanyaan besar terhadap strategi kampanye Vilajoana.
Dalam beberapa pernyataan kepada media, Vilajoana mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan “beberapa kontak” dengan perwakilan Harry Kane. Ia bahkan menggambarkan Kane sebagai penyerang tengah ideal yang “akan sangat cocok dengan gaya permainan Barcelona” dan mampu memenuhi kebutuhan tim di posisi tersebut.
Namun, respons dari kubu Harry Kane sangat kontras. Striker berusia 32 tahun yang kini membela Bayern Munich itu membantah keras mengetahui adanya diskusi tersebut. “Saya belum mendengar apa pun tentang itu,” ujar Kane. “Ayah dan saudaraku yang mengurus semuanya, tapi mereka belum memberi tahu saya apa pun.”
Kane, yang kontraknya dengan Bayern Munich berlaku hingga musim panas 2027, menegaskan bahwa ia “sangat bahagia” di Jerman dan sepenuhnya fokus pada musim ini bersama Die Roten. Ia bahkan menganggap rumor transfer ke Barcelona sebagai sebuah “pujian” atas performanya.
Penolakan ini juga diperkuat oleh pihak keluarga Kane. Ayahnya dan Charlie Kane, yang merupakan saudara sekaligus agennya, juga menyatakan ketidaktahuan mereka mengenai adanya kontak dari Barcelona. Hal ini secara tidak langsung menyoroti praktik janji transfer bombastis yang kerap mewarnai kampanye pemilihan presiden klub Catalan, sebuah tradisi yang pernah terlihat saat Joan Laporta menjanjikan David Beckham di masa lalu.
Meskipun Vilajoana optimistis dapat mewujudkan transfer ini dengan mengakhiri kekacauan finansial klub, kondisi ekonomi Barcelona yang masih menantang membuat setiap janji perekrutan besar menjadi sorotan. Klausul pelepasan Kane senilai £57 juta (sekitar €65 juta) yang sempat aktif untuk musim panas 2026 kini dilaporkan tidak lagi berlaku, dan Bayern Munich sendiri berencana untuk memulai pembicaraan perpanjangan kontrak dengan sang striker.
Bantahan langsung dari Harry Kane ini tentu menjadi “pukulan telak” bagi kampanye Xavier Vilajoana, yang kini harus menghadapi keraguan publik atas klaim transfernya. Pemilihan presiden Barcelona dijadwalkan pada 15 Maret 2026, dan dinamika janji-janji transfer tampaknya akan terus menjadi bumbu penyedap hingga hari-H.