Haul ke-58 Guru Tua di Palu Siap Digelar, Usung Tema Pendidikan Berkelanjutan dan Libatkan Seluruh Elemen

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

, Sulawesi Tengah, bersiap menyambut peringatan ke-58 Habib Idrus bin Salim Aljufri atau yang akrab disapa . Acara tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Syawal 1447 Hijriah ini dipastikan akan menjadi ‘Haul Akbar’ dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan mengusung tema “Pendidikan yang Berkelanjutan”. Persiapan matang telah dilakukan, termasuk rapat koordinasi yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, di Masjid SIS Aljufrie, Palu.

Tahun ini, pelaksanaan Haul ke-58 secara khusus ditangani langsung oleh keluarga besar Guru Tua bersama Yayasan Masjid Alkhairaat SIS Aljufrie. Pergeseran ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Guru Tua dan upaya mengembalikan tujuan utama Haul sesuai amanat beliau. Muchsin bin Ali Alhabsyi diamanahkan sebagai Ketua Pelaksana sekaligus Penanggung Jawab, didampingi oleh Alwi bin Muhammad Aljufri sebagai Wakil Ketua Pelaksana. Muchsin sendiri telah berpengalaman mengoordinasikan Haul Guru Tua selama lebih dari 12 tahun.

Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Alwi Aljufri, menegaskan bahwa Haul ke-58 ini akan menjadi momentum kebersamaan umat yang melibatkan semua pihak. “Kegiatan Haul Guru Tua ini milik kita bersama. Semua elemen harus terlibat, bukan hanya internal PB Alkhairaat dan Abna saja, tetapi juga masyarakat agar auranya lebih besar,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Mohsen Alaydrus, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Haul ke-58, menyatakan bahwa acara ini akan dilaksanakan secara lebih terorganisasi dan melibatkan banyak pihak.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Alkhairaat (IKAAL) sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Dr. H. Haerollah M. Arief, menyoroti peran sentral Guru Tua sebagai figur panutan. Menurutnya, Guru Tua adalah sosok yang “telah meletakkan dasar dasar keilmuan, akhlak serta perjuangan dakwah yang monumental.” Haerollah menambahkan bahwa Haul ke-58 ini menjadi simbol penghargaan umat atas jasa besar Guru Tua dan momentum untuk membangkitkan kembali semangat pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kontribusi Guru Tua dalam menyebarkan Islam dan pendidikan di kawasan Timur Indonesia melalui lembaga Alkhairaat telah menjangkau jutaan umat. Pada tahun 1969, beliau telah membangun 420 cabang lembaga pendidikan, dan kini Alkhairaat memiliki lebih dari 1.550 sekolah/madrasah, puluhan pondok pesantren, perguruan tinggi, hingga rumah sakit dan lembaga usaha. Guru Tua dikenal fokus pada pengajaran, dakwah, pencetakan pengajar, dan pengelolaan lembaga pendidikan, bahkan menganggap murid-muridnya sebagai “buku yang hidup”.

Tema “Pendidikan yang Berkelanjutan” yang diusung pada Haul ke-58 ini merefleksikan perjuangan Guru Tua dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Islam. Sebagai bagian dari rangkaian acara, sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Alkhairaat dijadwalkan akan membuka pameran pendidikan untuk memperkenalkan program dan aktivitas santri. Diharapkan, Haul ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga ruang untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan, pendidikan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang diwariskan Guru Tua di tengah tantangan globalisasi.

Untuk memastikan kelancaran acara, ratusan personel Garda Alkhairaat (GAL) akan dikerahkan untuk pengamanan. Mereka akan didukung oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi seperti GP Anshor, Front Pemuda Kaili, Persatuan Pelajar Islam Alkhairaat (PPIA), kepolisian, TNI, Satpol PP Provinsi Sulteng, dan Menwa UNISA. Panitia mengantisipasi kehadiran ribuan jemaah dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, mengingat Haul Guru Tua selalu menarik perhatian luas.

Peringatan Haul ke-58 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus meneladani dan melanjutkan perjuangan Guru Tua dalam membangun peradaban Islam yang damai dan adaptif secara kultural.