Crystal Palace menghadapi periode krusial di tengah gejolak internal dan serangkaian hasil yang kurang memuaskan. Menjelang leg kedua babak gugur Liga Konferensi Europa melawan HŠK Zrinjski Mostar, kapten tim Dean Henderson menyerukan persatuan sebagai kunci untuk melewati masa sulit ini.
Pertandingan penentu tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, di kandang mereka, Selhurst Park, London. Laga ini menjadi sangat vital setelah leg pertama di Bosnia pada 19 Februari 2026 berakhir imbang 1-1, membuat kedudukan agregat sama kuat.
Seruan Persatuan dari Sang Kapten
Dean Henderson, yang baru-baru ini mengemban ban kapten, tidak menampik adanya tantangan di dalam tim. Ia secara terbuka menekankan pentingnya kohesi. “Persatuan: Saya pikir penting bagi kita untuk memilikinya,” ujar Henderson. Ia juga menambahkan bahwa para pemain harus mengambil tanggung jawab lebih besar. “Ini adalah periode yang sulit dan saya pikir para pemain harus mengambil banyak tanggung jawab, karena kita harus tampil lebih baik, pertama dan terutama,” tegasnya.
Penjaga gawang timnas Inggris itu juga berusaha menjaga moral tim tetap tinggi. “Selalu ada cahaya di ujung terowongan, jadi kita harus saling mendukung,” kata Henderson, seraya mencatat bahwa semangat tim terus tumbuh dengan kehadiran pemain-pemain baru yang membawa energi segar.
Tekanan pada Oliver Glasner dan Performa Tim
Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, berada di bawah sorotan tajam menyusul performa tim yang tidak konsisten. Setelah hasil imbang di leg pertama, ketidakpuasan penggemar memuncak dengan adanya teriakan “pecat di pagi hari” yang ditujukan kepadanya. Bahkan, sebuah spanduk di pertandingan Liga Primer melawan Wolverhampton Wanderers baru-baru ini mengkritik manajemen klub dan menyebut Glasner “selesai”, setelah sang pelatih sempat meminta para penggemar untuk “tetap rendah hati”.
Meskipun demikian, The Eagles sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Wolves pada hari Minggu sebelumnya, sebuah hasil yang mengakhiri rentetan panjang hanya satu kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir mereka. Namun, Glasner mengakui kekecewaannya atas leg pertama, menyatakan, “Setelah mengendalikan permainan, kami terlalu mudah kehilangan momentum karena kesalahan kami sendiri.”
Tantangan Cedera dan Lawan Tangguh
Crystal Palace menghadapi Zrinjski Mostar dengan daftar cedera yang cukup panjang. Beberapa pemain kunci yang diragukan atau dipastikan absen meliputi bek Maxence Lacroix (cedera pangkal paha, diragukan), gelandang Cheick Doucouré (cedera lutut), Jean-Philippe Mateta (cedera lutut), Jefferson Lerma (cedera hamstring), dan penyerang Eddie Nketiah (cedera paha). Christantus Uche juga tidak memenuhi syarat untuk kompetisi ini.
Di sisi lain, Zrinjski Mostar, meskipun berstatus tim tamu, tidak bisa diremehkan. Mereka menunjukkan organisasi permainan yang baik dan agresivitas di leg pertama. Namun, rekor tandang mereka di Liga Konferensi Europa musim ini kurang meyakinkan, dengan enam kekalahan tanpa mencetak satu gol pun. Glasner sendiri menekankan pentingnya menghormati lawan dan menampilkan performa yang lebih seimbang.
Perjalanan Eropa yang Penuh Lika-liku
Musim ini menjadi pengalaman Eropa pertama bagi Crystal Palace, meskipun dengan sedikit drama. Setelah memenangkan Piala FA musim lalu dan Community Shield pada Agustus, mereka awalnya lolos ke Liga Europa. Namun, karena pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub UEFA, mereka kemudian diturunkan ke Liga Konferensi Europa. Kehilangan kapten Marc Guéhi ke Manchester City pada Januari juga menambah daftar tantangan yang harus dihadapi klub asal London selatan ini.
Dengan leg kedua yang telah dimainkan pada 26 Februari 2026, semua mata tertuju pada bagaimana Crystal Palace akan menanggapi tekanan dan apakah seruan persatuan dari Henderson dapat membawa mereka melaju ke babak berikutnya di kompetisi Eropa.