Bayer Leverkusen akan bertandang ke markas Union Berlin, Stadion An der Alten Försterei, pada Sabtu, 21 Februari 2026, dalam lanjutan kompetisi Bundesliga. Laga ini menjadi krusial bagi kedua tim dengan motivasi yang berbeda: Leverkusen bertekad melanjutkan tren positif mereka, sementara Union Berlin berjuang keras untuk meraih kemenangan perdana di tahun 2026.
Leverkusen Berada di Puncak Performa
Skuad asuhan Kasper Hjulmand datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan tujuh pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi, termasuk enam kemenangan dan satu hasil imbang. Performa impresif ini menyusul awal tahun 2026 yang kurang memuaskan dengan tiga kekalahan beruntun. Dalam laga Bundesliga terakhir, Leverkusen berhasil membantai St. Pauli dengan skor telak 4-0. Tak hanya itu, mereka juga sukses meraih kemenangan tandang 2-0 atas Olympiacos di leg pertama babak play-off Liga Champions, di mana Patrik Schick menjadi bintang dengan dua gol cepatnya.
Saat ini, Leverkusen menempati posisi keenam di klasemen Bundesliga, hanya terpaut tiga poin dari Stuttgart yang berada di zona empat besar. Solidnya pertahanan menjadi kunci keberhasilan mereka, dengan hanya kebobolan dua gol dan mencatatkan lima clean sheet dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Selain itu, efektivitas serangan mereka juga patut diacungi jempol, terbukti dengan 16 gol yang dicetak dalam 30 menit pertama pertandingan Bundesliga musim ini, hanya kalah dari Bayern Munich.
Union Berlin Berjuang Keluar dari Keterpurukan
Di sisi lain, Union Berlin tengah berada dalam periode sulit. Tim yang kini dilatih oleh Nenad Bjelica ini belum sekalipun meraih kemenangan di Bundesliga sepanjang tahun 2026, dengan catatan empat hasil imbang dan tiga kekalahan dari tujuh pertandingan. Kemenangan terakhir mereka di liga terjadi pada Desember 2025. Pekan lalu, Union Berlin harus mengakui keunggulan Hamburg dengan skor 3-2. Akibat rentetan hasil buruk ini, mereka terperosok ke posisi ke-10 klasemen Bundesliga, meskipun masih memiliki keunggulan enam poin dari zona degradasi.
Union Berlin dikenal sebagai tim yang mengandalkan bola mati, dengan 22 gol dari skema tersebut di musim 2025/2026. Namun, mereka memiliki kelemahan signifikan: dalam 11 pertandingan Bundesliga musim ini di mana mereka kebobolan gol pertama, Union Berlin gagal meraih kemenangan (empat seri dan tujuh kalah). Untuk laga ini, Union Berlin dipastikan tanpa beberapa pemain kunci seperti Diogo Leite, Tom Roth, Josip Juranović, dan Robert Skov. Meski demikian, Leopold Querfeld, yang akan mencatatkan penampilan ke-50 di Bundesliga, menjadi salah satu harapan setelah mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir secara beruntun.
Analisis Pertandingan dan Pernyataan Pelatih
Secara historis, Bayer Leverkusen memiliki rekor superior atas Union Berlin. Dari 16 pertemuan langsung, Leverkusen memenangkan 10 pertandingan, Union Berlin hanya satu, dan lima laga berakhir imbang. Leverkusen juga memenangkan pertemuan sebelumnya di musim ini dengan skor 2-0 pada Oktober 2025, dan belum pernah kalah dari Union Berlin sejak Januari 2021.
Meskipun demikian, pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand, mewanti-wanti timnya agar tidak meremehkan lawan. “Kami tidak naif dan akan tetap waspada, tetapi kami akan terus fokus pada permainan dan pendekatan kami,” ujar Hjulmand. Ia juga menyoroti gaya bermain Union Berlin yang mengandalkan “banyak bola panjang, banyak duel, dan tekanan yang serupa.” Hjulmand juga memuji kontribusi Loic Bade yang membawa “energi positif yang begitu besar bagi tim.” Sementara itu, Union Berlin di bawah asuhan Nenad Bjelica, yang ditunjuk pada November 2023, bertekad untuk membalikkan keadaan dan keluar dari fase sulit ini.