Hujan Deras Picu Longsor di Cikarang, Empat Rumah Warga Rusak Parah

Author Image

Irfan

23 Januari 2026

Foto: Kondisi Tanah Longsor Di Perumahan Kodam Rt 004/002, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (antara/pradita Kurniawan Syah)
Foto: Kondisi tanah longsor di Perumahan Kodam RT 004/002, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

BEKASI, Jabar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memicu bencana tanah longsor di kompleks perumahan Kodam Cikarang. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) dan menyebabkan akses jalan terputus serta merusak empat rumah warga.

Kerusakan Rumah Warga

Salah satu warga kompleks Kodam, Rahmat (50), mengungkapkan bahwa rumahnya mengalami kerusakan paling parah akibat longsor tersebut. Ia menjelaskan bahwa tanah di sekitar kediamannya mulai longsor sejak awal hujan turun seminggu lalu, namun kondisinya belum terlalu mengkhawatirkan.

“Puncaknya itu kemarin pas saya sedang tidur, tiba-tiba suami saya memanggil dan bilang, katanya tanahnya geser. Hari ini semakin parah lagi,” kata Rahmat di lokasi kejadian, Kamis.

Teras rumah Rahmat mengalami kerusakan serius dengan retakan sepanjang empat meter dan kedalaman mencapai 40-60 sentimeter. Ia mengaku khawatir akan terjadi longsor susulan jika hujan terus turun dengan intensitas tinggi.

“Kerusakan cukup parah, jujur kami juga khawatir akan ada longsor susulan kalau terus-terusan turun hujan seperti hujan seharian ini,” ucapnya.

Rahmat berharap pemerintah dan otoritas terkait segera melakukan penanganan darurat untuk mencegah longsor semakin parah dan berpotensi merobohkan rumah warga.

Longsor di Lokasi Lain

Selain di perumahan Kodam, longsor juga dilaporkan terjadi di bantaran Kali Cikadu, tepatnya di belakang pos keamanan perumahan Imanan Extension RT 001/003, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Lokasi ini berjarak hanya ratusan meter dari kompleks Kodam.

Di perumahan Imanan Extension, musibah longsor mengakibatkan kerusakan signifikan akibat tanah yang terus tergerus air.