Hyundai Motor Group menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin global dalam teknologi robotika dan kecerdasan buatan (AI) fisik dengan mengumumkan investasi masif. Raksasa otomotif asal Korea Selatan ini berencana mengucurkan dana sekitar 9 triliun won, atau setara dengan US$6,3 miliar (sekitar Rp105,75 triliun), untuk membangun pusat data AI, pabrik robot, dan fasilitas produksi hidrogen di wilayah Saemangeum, Gunsan, Korea Selatan, mulai tahun 2026.
Investasi strategis ini merupakan bagian dari rencana yang lebih besar, yakni total 125,2 triliun won yang akan digelontorkan di Korea Selatan antara tahun 2026 hingga 2030. Selain itu, Hyundai juga mengalokasikan US$26 miliar untuk investasi di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan, dimulai pada 2025. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan industri otomotif, mobilitas masa depan, pabrik pintar, kendaraan otonom, mobilitas udara perkotaan (UAM), dan kendaraan khusus (PBV).
Fokus Investasi di Saemangeum: AI, Robotika, dan Hidrogen
Porsi terbesar dari investasi di Saemangeum akan dialokasikan untuk pembangunan pusat data AI senilai 5,8 triliun won. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan 50.000 unit GPU dari Nvidia, yang dirancang untuk mendukung pengembangan kendaraan otonom dan pembelajaran robot. Pembangunannya dijadwalkan dimulai pada 2027 dan rampung pada 2029.
Selain itu, Hyundai akan menginvestasikan 1 triliun won untuk fasilitas elektrolisis air yang mampu memproduksi 80 ton hidrogen hijau per hari, serta 1,3 triliun won untuk pembangkit listrik tenaga surya guna mendukung inisiatif AI dan hidrogen. Sebuah pabrik robot pertama Hyundai di Korea Selatan juga akan dibangun dengan investasi 400 miliar won. Pabrik ini akan memproduksi robot yang dapat dikenakan (wearable robots) serta model robot industri dan logistik secara massal, dengan target konstruksi dimulai pada 2028 dan selesai pada 2029.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyambut baik investasi ini, menyatakan, “Robot logistik dan industri yang akan diproduksi massal di pabrik ini akan terhubung ke pusat data AI untuk pembelajaran konstan.” Proyek ini diperkirakan akan menciptakan 71.000 lapangan kerja baru dan menarik perusahaan serta talenta global ke Korea Selatan.
Strategi AI Robotika dan Mobilitas Masa Depan
Hyundai Motor Group telah menetapkan robotika, AI, kendaraan listrik, hidrogen, dan kendaraan berbasis perangkat lunak (Software-Defined Vehicles/SDV) sebagai pilar inti strateginya. Visi perusahaan adalah menjadi penyedia solusi mobilitas pintar yang berpusat pada manusia, dengan fokus pada ‘AI fisik’—perpaduan antara perangkat keras, data dunia nyata, dan perangkat lunak yang memungkinkan sistem membuat keputusan otonom.
Pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026, Hyundai meluncurkan Strategi AI Robotika dengan tema ‘Partnering Human Progress’. Dalam pameran tersebut, Hyundai memamerkan berbagai solusi robotika AI canggih, termasuk robot humanoid Atlas dan robot berkaki empat Spot dari anak perusahaannya, Boston Dynamics. Hyundai berencana memproduksi massal robot Atlas dan menerapkannya di pabrik-pabrik global mulai tahun 2028.
Selain itu, Hyundai juga memperkenalkan MobED (Mobile Eccentric Droid), platform robot bergerak otonom yang memenangkan penghargaan ‘Best of Innovation’ di CES 2026. MobED merupakan platform robot otonom pertama yang siap diproduksi massal di sektor otomotif global.
Pengembangan Kendaraan Otonom dan Mobilitas Udara
Di sektor kendaraan otonom, Motional, perusahaan patungan Hyundai dengan Aptiv (kini mayoritas sahamnya dimiliki Hyundai), berencana mengomersialkan layanan robotaksi Level 4 menggunakan IONIQ 5 Robotaxi di Las Vegas pada akhir 2026. Layanan ini akan didukung oleh pendekatan ‘Safety First’ dan transisi ke perencanaan gerak AI ujung-ke-ujung (E2E).
Untuk mobilitas udara masa depan, Supernal, unit Advanced Air Mobility (AAM) Hyundai, terus mengembangkan kendaraan eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) dengan target komersialisasi pada 2028 melalui model S-A2. Meskipun ada laporan mengenai perombakan kepemimpinan dan penundaan sementara dalam pengembangan S-A2 untuk tinjauan strategis pada September 2025, Hyundai menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap segmen mobilitas udara canggih.
Hyundai Motor Group juga memperkuat kolaborasi strategis dengan pemimpin AI global seperti Google DeepMind untuk mempercepat pelatihan, simulasi, dan penerapan robot. Selain itu, kemitraan dengan DEEPX berfokus pada produksi massal chip AI ‘Edge Brain’ untuk robotika AI on-device, memungkinkan robot beroperasi secara otonom tanpa konektivitas eksternal.
Dengan investasi besar dan strategi komprehensif ini, Hyundai Motor Group berambisi untuk tidak hanya memajukan industri otomotifnya, tetapi juga membentuk masa depan mobilitas dan teknologi secara global.