Ian Cathro: “Saya Merasa Jauh Lebih Portugis daripada Skotlandia”

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Pelatih kepala G.D. , , membuat pernyataan mengejutkan yang menegaskan loyalitasnya terhadap . Pria Skotlandia berusia 39 tahun ini secara lugas menyatakan, “Dalam hal sepak bola, saya jauh lebih Portugis daripada Skotlandia.” Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan sengit mengenai jadwal pertandingan Liga Portugal pada Agustus 2025, di mana Cathro dituding lebih memedulikan sepak bola negaranya sendiri.

Kecintaan Cathro terhadap Portugal bukanlah hal baru. Ia telah menghabiskan sebagian besar karier kepelatihannya di negara tersebut, dimulai sebagai asisten pelatih di Rio Ave FC pada tahun 2012 di bawah Nuno Espírito Santo. Pengalaman ini menjadi titik balik penting baginya. “Ini adalah sumber kebanggaan bagi saya untuk memiliki kesempatan bekerja di Portugal,” ungkap Cathro. “Saya ingin mencoba membangun karier yang sedikit berbeda, dan saya tahu tidak biasa ada pelatih Inggris yang bekerja di liga ini, tetapi itu adalah sesuatu yang sangat ingin saya lakukan.”

Perjalanan Karier yang Unik

Lahir di Dundee, Skotlandia, pada 11 Juli 1986, Ian Cathro tidak memiliki karier bermain profesional di level senior. Namun, ia dengan cepat menapaki jalur kepelatihan, memulai sebagai pelatih akademi di Dundee United pada usia 22 tahun. Pertemuannya dengan Nuno Espírito Santo di kursus kepelatihan SFA pada tahun 2009 membuka pintu ke sepak bola Portugal.

Setelah dua tahun yang “sangat penting” di Rio Ave, Cathro mengikuti Nuno ke Valencia CF di Spanyol sebagai asisten manajer pada 2014. Ia kemudian sempat menjadi asisten di Newcastle United, bahkan dipertahankan oleh Rafa Benítez. Pada Desember 2016, Cathro mengambil alih posisi pelatih kepala di Heart of Midlothian (Hearts) di Liga Utama Skotlandia pada usia 30 tahun, menjadikannya salah satu manajer termuda di liga tersebut. Namun, masa jabatannya di Hearts penuh kontroversi dan hasil yang beragam, yang kemudian ia sebut sebagai “semacam masa magang” dan menganggap Estoril sebagai “pekerjaan sejati pertamanya sebagai pelatih kepala.”

Cathro kembali bekerja sama dengan Nuno Espírito Santo di Wolverhampton Wanderers, Tottenham Hotspur, dan Al-Ittihad di Arab Saudi, sebelum akhirnya kembali ke Portugal.

Kesuksesan dan Filosofi di Estoril Praia

Pada Juli 2024, Cathro ditunjuk sebagai pelatih kepala G.D. Estoril Praia. Di musim debutnya (2024/2025), ia berhasil membawa Estoril finis di paruh atas klasemen dan meraih penghargaan Manajer Terbaik Bulan Februari 2025 di . Pendekatannya yang analitis, inovatif, dan fokus pada pengembangan pemain muda telah diakui.

Cathro sangat mengagumi sepak bola dan pemain Portugal. “Saya pikir pemahaman mereka tentang permainan, kecerdasan mereka, dan kapasitas untuk menggabungkan kualitas teknis dengan kecerdasan dan pemahaman permainan ini sangat maju dalam sepak bola Portugal,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sepak bola yang menghibur. “Saya sangat ingin orang-orang yang datang menonton Estoril menikmati permainannya.”

Kefasihannya dalam berbahasa Portugis juga menjadi sorotan, terutama saat ia dengan berani menyatakan, “Anda membutuhkan ‘Colhões’ untuk bermain untuk Estoril, Anda harus memiliki nyali besar, dan kami memilikinya.” Pernyataan ini, yang diucapkan dalam bahasa Portugis yang sempurna, menunjukkan betapa dalam ia telah berintegrasi dengan budaya sepak bola Portugal.

Saat ini, Ian Cathro terus memimpin Estoril Praia, dengan kontrak hingga 30 Juni 2028. Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa kecerdasan taktis dan dedikasi dapat mengungguli pengalaman bermain profesional, menjadikannya salah satu figur pelatih paling menarik di sepak bola modern.