Pelatih kepala Estoril Praia, Ian Cathro, baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai perannya di klub Portugal tersebut, menegaskan bahwa ia tidak datang untuk menciptakan keajaiban, melainkan untuk memberikan stabilitas. Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan performa Estoril di Liga Portugal musim 2025/2026.
Dalam konferensi pers pada Jumat, 27 Februari 2026, Cathro secara lugas menyatakan, “Não estou no Estoril para fazer milagres, mas para dar estabilidade.” Kutipan tersebut, yang berarti “Saya tidak di Estoril untuk membuat mukjizat, tapi untuk memberi stabilitas,” menyoroti pendekatan pragmatis sang pelatih asal Skotlandia tersebut. Ia menekankan pentingnya fokus pada pertumbuhan dan pengembangan tim.
Estoril Praia, di bawah arahan Cathro, menunjukkan peningkatan signifikan musim ini. Klub tersebut saat ini menempati posisi ketujuh di tabel Liga Portugal dengan mengumpulkan 33 poin dari 23 pertandingan. Angka ini patut diapresiasi mengingat pada musim 2023/2024, Estoril mengakhiri kompetisi dengan total 33 poin. Peningkatan ini terjadi menjelang pertandingan sulit melawan Sporting CP, tim peringkat kedua dengan 58 poin, yang dijadwalkan pada Jumat malam di Estádio José Alvalade.
Cathro, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Estoril Praia sejak Juli 2024, dikenal dengan filosofi kepelatihannya yang menekankan disiplin taktis, pengembangan pemain muda, dan pendekatan yang berpusat pada pemain. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai asisten pelatih di sejumlah klub besar Eropa seperti Rio Ave, Valencia, Newcastle United, Wolverhampton Wanderers, dan Tottenham Hotspur. Pada Februari 2025, Cathro bahkan berhasil meraih penghargaan Pelatih Terbaik Bulan Ini di Primeira Liga, sebuah pengakuan atas dampak positifnya di musim debutnya.
Meskipun menghadapi tantangan besar melawan Sporting CP, Cathro menegaskan ambisinya untuk “mencoba memenangkan” pertandingan tersebut, sembari mengakui tingkat kesulitan yang maksimal. Pelatih berusia 39 tahun ini memiliki visi jangka panjang untuk Estoril, berharap menjadi sosok positif dalam sejarah klub dan membantu Estoril untuk terus berkembang. Ia bahkan merasa lebih “Portugis” daripada “Skotlandia” dalam konteks sepak bola, menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan lingkungan sepak bola Portugal.